Kronologi Oknum Petugas Kejari Lebak Paksa Hapus Video Wartawan Tribun saat Liput Aduan Korupsi
Tiga petugas Kejari Lebak memaksa video wartawan Tribun Bannten saat meliput aduan masyarakat soal dugaan korupsi proyek pembagunan jalan dihapus
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Tiga oknum petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak diduga memaksa wartawan Tribun Bannten saat meliput aduan masyarakat soal dugaan korupsi proyek pembagunan jalan dihapus, Kamis (23/10/2025).
Peristiwa itu bermula ketika Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Lebak Selatan melayangkan surat permohonan audiensi ke Kejari Lebak.
Surat tersebut berisi aspirasi dan kritik terhadap pembangunan jalan Sukahujan-Cigemblong, yang diduga dikerjakan asal-asalan oleh pihak ketiga dan tidak memenuhi standar kualitas.
Baca juga: Viral! Siswa SD-SMP di Pandeglang Bertaruh Nyawa Nyebrang Sungai untuk Pergi dan Pulang Sekolah
Usai melakukan wawancara, tiga oknum petugas Kejari yang berjaga di posko mendatangi wartawan dan meminta agar video hasil wawancara dihapus dengan alasan lokasi merupakan area instansi.
Ketiga oknum tersebut terdiri dari dua petugas berseragam cokelat dan satu oknum yang diketahui anggota TNI.
Mereka bersikeras memaksa agar video dihapus. Bahkan, tangan salah satu oknum TNI sempat menyentuh tangan wartawan TribunBanten.com saat meminta video itu segera dihapus.
“Hapus videonya, jangan dulu pulang! Hapus videonya!” ujar salah satu petugas dengan nada tinggi.
“Ini instansi, tidak boleh ambil video sembarangan,” sambungnya.
Wartawan TribunBanten.com sempat menegaskan bahwa lokasi pengambilan gambar masih berada di area publik.
“Kenapa dihapus, Pak? Ini bukan di dalam gedung dan masih area publik. Kita sering liputan dan nongkrong di depan sini,” ujar wartawan tersebut.
Namun karena situasi yang menekan, video hasil wawancara akhirnya dihapus, dan wartawan melakukan wawancara ulang di luar area gedung Kejari Lebak.
TribunBanten.com telah mencoba mengonfirmasi Kepala Kejari Lebak, namun hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan.
Endus Adanya Dugaan Korupsi
Salah seorang aktivis Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Lebak Selatan, Galih Januar Pamungkas, mengaku mendatangi Kejari Lebak untuk mengadukan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan.
| Sidang Korupsi PDAM Lebak, Empat Terdakwa Minta Divonis Dibebaskan: Sebut Hanya Masalah Administrasi |
|
|---|
| Dana Desa di Serang Diduga Dikorupsi: Uang Rp1 M Dipakai Bendahara untuk Judol, Tersisa Rp47 Ribu |
|
|---|
| Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar, Polisi Telusuri Aset Kaur Keuangan Desa Petir Serang dan Dugaan TPPU |
|
|---|
| Korupsi Rp5,7 Miliar, Mantan Dirut BUMD Serang Divonis 4 Tahun |
|
|---|
| Polda Banten Limpahkan Kasus Korupsi Akses Pelabuhan Warnasari ke JPU, Negara Rugi Rp3,2 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kantor-Kejari-Lebak-s.jpg)