Dampak Perang Iran-AS Sampai ke Lebak, Harga Plastik Naik Drastis di Pasar Rangkasbitung

Dampak perang Iran-AS mulai terasa hingga ke daerah, termasuk Lebak. Harga plastik di Pasar Rangkasbitung melonjak drastis.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Nurandi
PASAR RANGKASBITUNG - Dampak perang Iran-AS mulai terasa hingga ke daerah, termasuk Lebak. Harga plastik di Pasar Rangkasbitung melonjak drastis akibat kenaikan bahan baku global. 

Kenaikan Dipicu Kelangkaan Bahan Baku

Dari sisi penjual plastik, kenaikan harga plastik disebut sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Irpan (25), karyawan toko plastik di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, mengatakan hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan dalam dua minggu terakhir.

“Hampir semua jenis plastik naik. Plastik es, kantong, pokoknya bahan plastik naik semua,” ujar Irpan.

Ia menjelaskan, kenaikan diduga dipicu kelangkaan bahan baku di tingkat produsen. 

“Katanya bahan bakunya susah didapat, jadi harga ikut naik,” katanya.

Irpan menambahkan, beberapa jenis plastik mengalami kenaikan cukup tajam. 

Plastik es naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 22.000 per pak, sementara kantong plastik kecil dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada plastik jenis polypropylene (PP) atau plastik bening yang banyak digunakan pelaku UMKM.

Harga plastik ini naik dari Rp 32.000 menjadi sekitar Rp 45.000 hingga Rp 48.000 per kilogram. 

“Rata-rata naik sekitar Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per pak. Tapi yang paling besar naiknya itu plastik jenis PP,” ujarnya.

Dampak Perang Iran-AS 

Lonjakan harga plastik secara global memang dipicu konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Gangguan di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi utama minyak dunia mendorong kenaikan harga minyak mentah dan gas.  

Padahal, lebih dari 99 persen bahan baku plastik berasal dari minyak bumi dan gas alam. 

Akibatnya, biaya produksi plastik ikut melonjak, bahkan kenaikan harga plastik secara global diperkirakan mencapai 40 hingga 70 persen dan berpotensi berlangsung selama beberapa bulan.  

Selain itu, terganggunya pasokan petrokimia dan distribusi energi global juga membuat bahan baku plastik semakin sulit diperoleh dan mahal, sehingga harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved