Bagian III: Pesantren dan Perlawanan
Muhamad Roby, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang. Aktivis sosial-keagamaan, dan penulis lepas yang konsisten mengulas demokrasi, kemanusiaan
Ketika penjajah membuka sekolah hanya untuk anak bangsawan, pesantren membuka pintu bagi rakyat kecil:
petani, nelayan, yatim, dan anak jalanan.
Pesantren adalah universitas rakyat yang tidak lahir dari perintah raja, tapi dari cinta kepada ilmu dan iman.
Maka selama pesantren masih hidup,
rakyat tidak akan pernah bodoh sepenuhnya, dan penjajahan tidak akan pernah berkuasa sepenuhnya.
Ke Lopang, Usia Delapan Tahun
Suatu pagi setelah Subuh, ayah memanggilku.
Waktu itu usiaku baru delapan tahun.
Beliau duduk di serambi, tasbih di tangan, wajahnya diterpa cahaya matahari pertama.
“Wi,” katanya lembut, “ilmu di Tanara sudah selesai untukmu.
Kini saatnya kau belajar dari orang lain agar tahu luasnya rahmat Allah.”
Aku menunduk, menggenggam ujung sarung.
“Pergilah ke Lopang, belajar pada Syekh Sahal, pamammu dari pihak ibu.
Ia keras tapi ikhlas. Dari tangannya, ilmu bisa tumbuh menjadi hikmah.”
Aku berangkat dengan langkah kecil, diantar doa ibuku yang bergetar.
“Jangan takut rindu, Nak,” katanya. “Di setiap rindu, ada doa yang menyusulmu.”
Tangannya yang tua menyentuh pundakku.
Aku masih menoleh ke Sungai Cidurian, dan entah kenapa, airnya terasa ikut menangis.
Suluk di Pesantren Lopang
Pesantren Lopang berdiri di tengah sawah dan kebun kelapa.
Pamanku, Syekh Sahal, berwajah teduh tapi sorot matanya tajam seperti ujung pena.
Hari pertama aku tiba, beliau menatapku lama.
| Fakta Baru Kasus Gadai Mobil di Serang, Ini Alasan Polisi Tak Tahan Terduga Pelaku |
|
|---|
| Pelaku Penggelapan Mobil di Tanara Serang Diduga Dilepas Polisi, Korban Kecewa Berat |
|
|---|
| Detik-Detik Mencekam, Buaya Muara Tersangkut Jaring di Empang Warga Tanara Serang |
|
|---|
| Pria Asal Tanara Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur Wanita yang Dikenal Lewat Facebook |
|
|---|
| Jalan Rusak Parah di Tanara Kabupaten Serang Dikeluhkan Warga, Nasrudin: Sudah Lama Belum Diperbaiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Muhamad-Roby-Ketua-Tanfidziya.jpg)