Bupati Pandeglang Kumpulkan Organisasi Cipayung Plus, Beberkan Capaian IPM dan 8 Program Asta Cita

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengundang Cipayung Plus untuk memperkuat sinergi dan memaparkan capaian pembangunan

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Misbahudin
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengundang pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di Kabupaten Pandeglang, Jumat (27/2/2026). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mengundang pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di Kabupaten Pandeglang, Jumat (27/2/2026).

Cipayung Plus merupakan aliansi organisasi mahasiswa dan kepemudaan nasional yang berlandaskan Pancasila, dengan tujuan mengawal kebijakan publik, melakukan kajian kritis, serta merawat persatuan bangsa.

Aliansi ini terdiri dari berbagai organisasi ekstra kampus seperti HMI, PMII, GMNI, IMM, PMKRI, GMKI, KMHDI, KAMMI, LMND, PII, dan lainnya.

Baca juga: Sidang Gugatan Jalan Rusak Digelar 10 Maret, PN Pandeglang Akan Panggil Gubernur Banten dan Bupati

Orang nomor satu di Pandeglang itu mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus menyampaikan progres kepemimpinannya selama satu tahun.

“Saya memandang Cipayung dan LSM sebagai mitra strategis dalam demokrasi lokal, terutama dalam kontrol sosial, kritik, dan pengawalan kebijakan publik agar pemerintahan berjalan di jalur yang benar,” katanya dalam keterangan tertulis kepada TribunBanten.com, Jumat (27/2/2026).

Dewi menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pandeglang pada 2025 mencapai 71,84, melampaui target 71,39.

“Artinya aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli menunjukkan tren membaik, meskipun masih banyak pekerjaan rumah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan indeks kualitas lingkungan hidup Kabupaten Pandeglang berada di angka 71,74.

“Ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus sejalan dengan ketahanan lingkungan, bukan sekadar mengejar proyek. Kualitas lingkungan harus kita jaga agar pembangunan tidak merusak masa depan,” katanya.

Menurutnya, kondisi ekonomi dan tingkat kemiskinan di Pandeglang mulai bergerak ke arah positif, namun tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Saat ini angka kemiskinan berada di 8,82 persen dengan pertumbuhan ekonomi 3,6 persen.

“Fokus kita bukan hanya pada angka, tetapi dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga ekonomi lokal bisa hidup,” ujarnya.

Dewi juga mengakui masih ada tantangan besar yang harus diselesaikan, salah satunya pengangguran yang mencapai 8,80 persen.

“Ini bukan untuk ditutupi, justru akan kita intervensi lebih tajam melalui program unggulan berbasis kompetensi kerja dan akses ekonomi,” ucapnya.

Ia menegaskan keterbukaan terhadap kritik dari organisasi mahasiswa.

“Kritik silakan, itu vitamin demokrasi. Mari kita kawal bersama indikator dan dampaknya agar angka-angka ini benar-benar berubah menjadi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Pandeglang menyiapkan delapan program unggulan Asta Cita, yakni:

Petarung Infrastruktur – Mendorong kualitas layanan dasar dan konektivitas dengan target jalan kabupaten kondisi mantap 67,6 persen sebagai pijakan pemerataan layanan dan ekonomi wilayah.

Lembur Bagja Kampung Sehat – Fokus pada penurunan stunting dengan target 24,5 persen, intervensi lokus stunting lebih intensif, serta perbaikan 40 unit RTLH per tahun.

Ngalengkah Pendidikan – Penanganan anak tidak sekolah (ATS) berbasis data desa dengan target awal 200 anak kembali bersekolah.

Gaspol Ketenagakerjaan – Pelatihan kompetensi otomotif, menjahit, dan kelistrikan dengan target awal 48 tenaga kerja tersertifikasi per tahun.

Bakul Ekonomi Lokal dan UMKM – Mendorong hilirisasi dan perluasan pasar melalui fasilitasi sertifikasi halal bagi 300–700 UMKM serta standarisasi PIRT.

Penguatan Ekonomi Kreatif, Budaya, dan Pariwisata – Pengembangan ekosistem kreatif melalui event, aktivasi komunitas, dan promosi destinasi.

Ponpes Go – Pemberdayaan pesantren sebagai pusat penguatan SDM dan ekonomi umat melalui inkubasi usaha, legalitas produk, dan kemitraan.

Dindingklik – Percepatan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan dapat ditelusuri melalui penguatan kanal digital.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved