Mobil Pejabat Tabrak Siswa di Pandeglang

Fakta Baru Kecelakaan Maut di Pandeglang, Kadis DPMPTSP Diduga Sakit Ginjal dan Kekurangan Oksigen

Polres Pandeglang mengungkapkan fakta baru terkait kecelakaan maut yang melibatkan mobil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
POLRES PANDEGLANG - Potret susana gedung Polres Pandeglang. Polres Pandeglang, mengungkapkan fakta baru terkait kecelakaan maut yang melibatkan mobil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandelgang, Ahmad Mursidi.  

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Polres Pandeglang, mengungkapkan fakta baru terkait kecelakaan maut yang melibatkan mobil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandelgang, Ahmad Mursidi. 

Akibat insiden tersebut terdapat sembilan orang menjadi korban tertabrak mobil Kepala DPMPTSP tersebut. 

Tujuh orang siswa SDN Sukaratu 5, sementara dua di antaranya pendagang dan seles yang berada di lokasi. 

Dari sembilan orang yang menjadi korban kecelakaan maut pada Kamis (30/4/2026), dua di antaranya meninggal dunia, yakni satu orang siswa SDN Sukaratu 5 dan satu pedagang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, IPDA Sofyan Sopan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan interogasi terhadap Ahmad Mursidi sebagai terduga pelaku. 

Terlebih, pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara terhadap kasus kecelakaan maut tersebut. 

"Baru diintrogasi hari Minggu, dan masih saksi. Karena kemarin baru gelar perkara, masih dalam proses penyelidikan, dan naik ke tahap sidik," ujarnya dalam sambungan telepon, Selasa (5/5/226).

Baca juga: Kecelakaan Maut Diduga Libatkan Pejabat DPMPTSP Pandeglang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 2 Orang

 Sofyan menyebut bahwa pada saat kejadian, Kepala DPMPTSP Pandeglang Ahmad Mursidi tengah mengidap sakit ginjal. 

"Hari Sabtu yang bersangkutan baru cuci darah. Karena dia nya sudah lama sakit ginjal dia," katanya. 

Sofyan mengungkapkan, pada saat mengendarai mobilnya tabung oksigen Ahmad Mursidi dalam kondisi sudah habis. 

"Tabung oksigen nya waktu itu habis," ujarnya. 

Pada saat ditanya, kapan agenda pemeriksaan terduga pelaku. 

Sofyan mengaku, Polres Pandeglang akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Ahmad Mursidi. 

"Nanti kita komunikasi sama kuasa hukumnya," pungkasnya. 

KECELAKAAN HARI INI - Sebanyak delapan orang siswa sekolah SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban kecelakaan tunggal, Kamis (29/4/2026).
KECELAKAAN MAUT - Sejumlah siswa sekolah SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban kecelakaan tunggal, Kamis (29/4/2026). (Dok. Ist/Kiriman Warga)

Kronologi

Seorang guru SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kabupaten Pandeglang, memberikan penjelasan terkait tujuh siswanya yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kamis (30/4/2026). 

Seorang guru, Rika Novianti mengungkapkan, pada saat kejadian para siswa tengah berburu jajan di waktu jam istirahat di halaman sekolah. 

Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.30 WIB, tepat berada di depan sekolah SDN Sukaratu 5. 

Namun secara tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Kepala DPMPTSP tersebut langsung menghantam para siswa yang tengah jajan. 

"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, seles dan pedagang yang ada di depan," ujarnya. 

"Ada yang ke bawa, ada yang masuk kolong, ada juga yang masuk selokan," tambahnya. 

"Pas kita denger benturan mobil kenceng guru-guru langsung berlarian ke depan, bahkan ada guru yang gotong siswa," sambungnya. 
  
Ia mengatakan, mobil yang menabrak para siswa termasuk dua orang lainya bermerk Kijang Innova yang diduga dikendarai Kepala DPMPTSP Pandeglang

Usai kejadian, para korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang. 

"Semuanya di bawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Tadi juga Bupati sudah jenguk ke sini," katanya.

Ia mengaku, bahwa para guru sering menegur para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan halaman sekolah. 

"Sering kita tegur, bukan hanya satu dua kali. Tapi mereka tetap jualan di situ," ujarnya. 

"Kalau pelaku katanya lagi dibawa sama Polres," tambahnya. 

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved