Ada Mahasiswa Menangis Diberi Beasiswa, Kisah Heru Menghimpun Donasi Bantu Kuliah Warga Banten

Pria kelahiran 1985 ini menceritakan perjalanannya menghimpun dana dan menyalurkan beasiswa dalam podcast di Studio Tribunbanten.com

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Wawan Perdana

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM,PANDEGLANG-"Beberapa hari lalu, ada mahasiswa mengucapkan terima kasih dapat bantuan kuliah. Ia menangis," kata Heru Fahrudin, Penggagas Program Beasiswa Jawara Bangunan.

Pria kelahiran 1985 ini menceritakan perjalanannya menghimpun dana dan menyalurkan beasiswa dalam podcast di Studio Tribunbanten.com, Sabtu (11/4/2026).

Ia tidak sendiri, Heru juga menggandeng jaringan pertemanannya hingga ke luar negeri untuk menjadi donatur, demi membuka lebih banyak kesempatan kuliah bagi anak-anak kurang mampu di Banten.

"Ada mahasiswa yang saya kasih UKT Rp500 ribu waktu itu, sampai nangis-nangis. Dan itu belum tersentuh sama pemerintah," katanya, membuka obrolan sebelum podcast.

Menurut Heru, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan saat ingin membayar uang kuliah tunggal (UKT) atau bayaran semesteran. 

Oleh sebab itu, Heru meminta Pemerintah Daerah di Banten mengalokasikan anggaran untuk beasiswa pendidikan SI bagi masyarakatnya kurang mampu.

Heru menilai, bahwa pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan suatu daerah.

"Sangat signifikan. Kalau orang pendidikan, dia bawa ilmunya, dia bisa bantu keluarga. Bahkan dia bisa bangun daerahnya, dan itu bisa bawa efek besar kalau pemerintah fokus investasi di situ," pungkasnya. 

Mengenal Sosok Heru

Heru Fahrudin lahir tahun 1985 di Kabupaten Pandeglang.

Pekerjaan orang tua Heru Fahrudin adalah pegawai negeri sipil (PNS). 

Heru merupakan lulusan SMA Negeri 1 Pandeglang, alumni S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2007. 

Semasa kuliah, dirinya aktif di organisasi keluarga mahasiswa Islam ITB. 

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, pria yang kini berusia 41 tahun itu bekerja sebagai desain bangunan lepas pantai di Jakarta selama tujuh tahun. 

Dari keahlian yang dimilikinya itu, ia bekerja di Dubai, Qatar dan Malaysia selama empat tahun. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved