Nasib Pria di Ciputat Tangsel, Terbakar Hebat Saat Bakar Sate Daging Kurban di Momen Idul Adha 2026

Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan dalam merayakan Hari Raya Idul Adha seketika berubah menjadi tragedi memilukan yang menyayat hati.

Tayang:
Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Ahmad Haris
SATE - Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan dalam merayakan Hari Raya Idul Adha seketika berubah menjadi tragedi memilukan yang menyayat hati. 

TRIBUNBANTEN.COM - Nasib malang menimpa seorang pria berinisial DF (29), warga yang menetap di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Akibat kecerobohan yang tidak disengaja, DF kini harus berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan intensif rumah sakit setelah menderita luka bakar sangat serius yang melepuhkan hampir seluruh bagian tubuhnya.

Hal itu terjadi saat Hari Raya Idul Adha, yang seharusnya menjadi momen bahagia seketika berubah menjadi tragedi memilukan yang menyayat hati.

Niat hati mau menikmati hidangan sate dari daging kurban bersama keluarga, DF justru mengalami petaka besar yang mengancam keselamatan jiwanya.

Baca juga: Sosok dan Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu, Jendral TNI Purn Mantan Menhan Era Jokowi Meninggal Dunia

DF mengalami kebakaran di bagian badannya, saat melakukan proses nyate daging kurban.

Kronologi Petaka: Berawal dari Bara Api yang Redup

Gemerlap malam takbiran dan aroma khas pembakaran daging kurban sedianya menghiasi lingkungan sekitar pada Rabu (27/5/2026) malam.

Sekitar pukul 19.30 WIB, DF yang telah mendapatkan pembagian daging kurban pada siang harinya, bersiap-siap untuk mengolah daging tersebut menjadi sate di area rumah kontrakannya.

Langkah demi langkah dipersiapkan oleh korban.

Mulai dari menusuk daging hingga menata arang di dalam wadah pemanggangan.

Namun, ketika korek api mulai dinyalakan, arang bambu yang digunakannya tak kunjung berubah menjadi bara api yang merah merona.

Agar proses pembakaran bisa berjalan lebih cepat, DF berinisiatif menggunakan bantuan sebuah kipas angin elektrik untuk meniupkan angin ke arah tumpukan arang.

Merasa kepulan asap dan nyala api masih kurang optimal, DF memutuskan untuk mengambil jalan pintas yang sangat berbahaya.

Ia melangkah keluar menuju warung kelontong yang berada tepat di depan rumah kontrakannya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebanyak satu liter.

Oleh penjual warung, bensin tersebut dikemas dan dimasukkan ke dalam selembar kantong plastik bening.

"Korban membeli bensin jenis Pertalite sebanyak satu liter yang dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk membantu menyalakan api," ujar Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, saat memberikan konfirmasi resmi mengenai kronologi kejadian.

Sambaran Kilat Api yang Melalap Sekujur Tubuh

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved