Breaking News:

Virus Corona

Salah Bisa Fatal, Ini Protokol Lengkap Penanganan dan Pemakaman Jenazah Covid-19 yang Benar

Jenazah ditansportasikan ke rumah sakit setelah ditutup semua lubang tubuhnya dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang kedap air.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan lahan pemakaman seluas 3.000 meter untuk korban Covid-19, di TPU Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Di sejumlah daerah, pihak keluarga memaksa agar jenazah pasien positif Covid-19 maupun PDP Covid-19'> PDP Covid-19 yang merupakan anggota keluarganya dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya.

Padahal, untuk pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 masih terdapat virus corona dan berpotensi menyebar kepada orang yang melakukan kontak terhadap jenazah tersebut jika tidak ditangani sesuai protokol kesehatan yang benar.

Pada 25 Maret 2020, sempat viral video jenazah perempuan pasien PDP Covid-19'> PDP Covid-19 di Kolaka Sulawesi Tenggara yang dibawa pulang paksa oleh keluarganya.

Bahkan, pihak keluarga membuka plastik pembungkus jenazah yang telah dipasang pihak rumah sakit.

Kejadian itu sempat membuat keresahan akan adanya penyebaran virus corona akibat kontak dengan jenazah tersebut.

Baru pada 3 April 2020, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyampaikan informasi dari dinas kesehatan setempat bahwa hasil swab atas pasien PDP tersebut adalah negatif corona.

Terkini, kabar lebih mengejutkan datang dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebanyak 15 warga dari satu dusun di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dipastikan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 setelah membuka plastik pembungkus hingga memandikan jenazah pasien positif corona itu.

Selain belasan warga positif corona, sejumlah warga lainnya dinyatakan menjadi Pasien Dalam Pengawasan atau PDP Covid-19'> PDP Covid-19.

Nekat Buka Plastik dan Mandikan Jenazah Pasien Corona, 15 Orang Langsung Positif Covid-19

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan protokol kesehatan atau SOP untuk penanganan atau pengurusan jenazah pasien positif Covid-19 maupun PDP Covid-19'> PDP Covid-19.

Berikut Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 dan Perlindungan Masyarakat Penanganan Jenazah Covid-19 atau Jenazah PDP yang Menunggu Hasil Lab RT-PCR, sebagaimana dilansir laman resmi pemerintah, covid19.go.id:

PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT PENANGANAN JENAZAH COVID-19 ATAU JENAZAH PDP YANG MENUNGGU HASIL LAB RT-PCR

Dasar Pertimbangan
• Bahwa penularan Covid-19 adalah melalui droplet (aerosol), fomites, kontak erat, dan kemungkinan faeces. Tetapi karena perkembangan Covid-19 belum seluruhnya diketahui (penularan melalui udara belum terbukti, adanya penularan melalui aerosol, dan di sisi lain ditemukan virus nCov-2 di benda mati hingga 9 hari), maka kewaspadaan kesehatan masyarakat tetap harus diterapkan.

• Bahwa selain pada penyakit tertentu seperti Ebola, Marburg, dan Cholera, pada umumnya
jenasah tidak infeksius. Jenasah Covid-19 dapat infeksius apabila memperoleh perlakuan tertentu, terutama keluarnya cairan/aerosol dari saluran napas dan paru atau percikan lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved