Terjaring Razia PSBB di Tangsel, PSK: Kami Bisa Enggak Makan

Sudah lebih dari dua bulan mereka tidak mendapatkan uang karena tempat hiburan dan griya pijat yang menjadi wadahnya ditutup

Lebanonews.net/Kompas.com
Ilustrasi pekerja seks komersil ( PSK) 

TRIBUNBANTEN.COM - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) mengamankan 22 orang dalam razia yang dilakukan di tiga hotel dan tempat karaoke di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (26/6/2020) malam.

Dari 22 orang itu, 8 di antaranya pasangan bukan suami istri, dan tiga pekerja seks komersial ( PSK).
Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangerang Selatan Muksin Al Fachry mengatakan, ketiga PSK tersebut terjaring razia saat sedang 'melayani' tamunya.

"Iya mereka sedang open BO (booking order)," kata Muksin saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2020).

Muksin mengatakan, khusus tiga PSK yang terjaring, secara kompak mereka mengungkapkan alasannya mengapa beroperasi di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Ketiganya, kata Muksin, mengaku terlilit masalah ekonomi.

Sudah lebih dari dua bulan mereka tidak mendapatkan uang karena tempat hiburan dan griya pijat yang menjadi wadahnya ditutup, semenjak penyakit infeksi saluran pernapasan Covid-19 mewabah.

"Kan tempat hiburan ditutup semua, karaoke, massage, ya kan. Terus dia bilang, 'Sudah berapa bulan lah tutup, kami bisa kagak makan ini'. Makannya dia BO di hotel-hotel, kan mereka banyak langganan," ujar Muksin.

Cerita 3 Perempuan Asal Tangerang: Terjerat Utang, Dianiaya, hingga Dipaksa Jadi PSK

Apakah Berhubungan Seks Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya? Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Satpol PP Tangsel menggelar operasi PSBB dengan melakukan razia terhadap tiga hotel dan satu tempat karaoke.
Penindakan itu dilakukan mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan telah memperpanjang pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Perpanjangan PSBB keempat jilid kelima itu dilakukan selama 14 hari kedepan terhitung Senin (15/6/2020) lalu.

Penentuan perpanjangan PSBB dilakukan dengan alasan kesadaran masyarakat yang menjalani protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan lainnya baru mencapai 76 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nekat Beroperasi dan Terjaring Razia PSBB Tangsel, PSK: Kami Bisa Enggak Makan", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/26/15155321/nekat-beroperasi-dan-terjaring-razia-psbb-tangsel-psk-kami-bisa-enggak.

Editor: Abdul Qodir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved