Update Banjir di Lebak Banten, 1.817 Rumah Terendam dan Seorang Warga Masih Hilang
Update kondisi banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten hingga saat ini masih ada wilayah yang terdampak.
Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUNBANTEN.COM - Update kondisi banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten hingga saat ini masih ada wilayah yang terdampak.
Dikutip dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya masih ada 5 kecamatan di Kabupaten Lebak yang terdampak banjir.
Lima kecamatan yang masih dilanda banjir yakni Kecamatan Banjarsari, Rangkasbitung, Karanganyar, Cibadak dan Wanasalam.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daeah (BPBD) Kabupaten Lebak masih melakukan penanganan darurat banjir di wilayahnya. Penanganan difokuskan dalam evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar para warga yang mengungsi.
BPBD Kabupaten Lebak mencatat tujuh titik pengungsian.
Baca juga: 3 Keluarga Elit Politik Bertarung di Pilkada Tangsel, Ponakan Menteri Hingga Putri Wapres Bersaing
Baca juga: Faktor Cuaca dan Akses Masyarakat Jadi Perhatian KPU Banten untuk Bangun Tempat Pemungutan Suara
Lima pos pengungsian berada di Kecamatan Rangkasbitung, sedangkan masing-masing satu pos berada di Kecamatan Karanganyar dan Cipedang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kebutuhan warga yang mendesak antara lain logistik permakanan termasuk makanan siap saji, matras, selimut dan kebutuhan balita. Terkait dengan penerapan protokol kesehatan, logistik masker dan hand sanitizer sangat dibutuhkan.
Laporan BPBD setempat menginformasikan satu warga masih dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian tim gabungan.
Banjir Kabupaten Lebak yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi menyebabkan beberapa sungai meluap, seperti Sungai Ciberang dan Sungai Ciujung di sebelah Utara serta Sungai Ciliman di Selatan. Banjir terpantau sejak Minggu malam (6/12), pukul 20.00 waktu setempat.
Data kerugian materiil sementara pada Senin (7/12/2020) tercatat 1.817 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian beragam antara 100 hingga 150 cm.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Tangsel Besok Siang, Warga Bisa Datang Nyoblos ke TPS Pagi Hari
Baca juga: 11 Kecamatan di Pandeglang Banjir, Ketua KPU: Bakal Berpengaruh terhadap Tingkat Partisipasi Pemilih
Sedangkan hujan tadi malam juga menyebabkan longsoran hingga mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman.
BPBD setempat mencatat rumah rusak ringan akibat longsor 21 unit, rusak sedang 27 dan rusak berat 15. Infrastruktur pada fasilitas umum masih dalam pendataan.
BNPB memonitor prakiraan cuaca BMKG yang menginformasikan bahwa pada hari ini (8/12) prakiraan cuaca di Kabupaten Lebak berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Banjir Pandeglang
Banjir juga melanda Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang terjadi pada Senin (7/12), pukul 02.00 WIB.
Peristiwa dipicu oleh intensitas hujan tinggi sehingga debit air Sungai Cileman dan Sungai Cilemer meluap.
Wilayah terdampak banjir berada di Kecamatan Picung, Panimbang, Cikeusik, Angsana, Cigeulis dan Sukaresmi. Sedangkan keluarga terdampak, data sementara BPBD setempat jumlah keluarga terdampak sebanyak 4.721 KK atau 16.891 jiwa. Warga yang mengungsi sebanyak 90 KK atau 390 jiwa yang mengungsi ke Kecamatan Sukaresmi.
Kondisi terkini terpantau cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Sedangkan kebutuhan mendesak antara lain alat mandi, pakaian ganti, makanan cepat saji, obat obatan, tikar, popok bayi.
BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lebak untuk memonitor situasi terkini penanganan darurat bencana banjir dan longsor.
Masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/banjir-lebak-2019.jpg)