Breaking News:

Pilkada Tangerang Selatan

Anggap Ada Kecurangan, Paslon Tangsel Muhamad-Saraswati Akan Ajukan Gugatan ke MK

Pasangan calon (paslon) nomor urut satu pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020, Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berencana ke MK.

Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Muhamad-Rahayu Saraswati berjalan kaki berangkat dari rumah Muhumad ke TPS pada hari pencoblosan Pilkada Tangerang Selatan di Ciputat, Tangsel, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasangan calon (paslon) nomor urut satu pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020, Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berencana akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Keduanya memutuskan untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi, karena menganggap ada kecurangan pada pesta demokrasi Pilkada Tangsel 2020 ini.

Hal itu terbukti dari pernyataan, Juru Bicara Timses Partai Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Drajat Soemarsono, yang menjadi saksi pada rapat pleno rekapitulasi suara dan penetapan penghitungan suara Pilkada Tangsel, di Hotel Grand Zuri, Serpong, pada Rabu (17/12/2020).

Drajat yang juga politikus PDI Perjuangan itu, tegas menyatakan bahwa belum ada pemenang di Pilkada Tangsel 2020.

Baca juga: Rapid Test Antigen, Syarat Masuk-Keluar Jakarta, Berikut Daftar Rumah Sakit dan Harga Pemeriksaan

Baca juga: CSR BAF PEDULI “Caring for Children”, Wujud Tanggung Jawab Sosial untuk Anak Indonesia

"Jadi belum ada pemenang di Pilkada Kota Tangerang Selatan ini sampai dengan hari ini," tegas Drajat usai rapat pleno di Hotel Grand Zuri, Kamis (17/12/2020) dini hari.

Pihaknya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sudah pasti (ajukan gugatan ke MK), kami garansi bahwa pasangan nomor 1, akan melakukan, proses Pilkada ini belum selesai pada tataran pleno hari ini, akan kita lanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya. 

Gugatan ke MK dinyatakan Drajat berdasarkan temuan tim paslon 1 bahwa terjadi sejumlah kecurangan selama proses pesta demokrasi itu berlangsung. 

Drajat berjanji akan menyampaikan catatan kecurangan yang didapatnya, pada lanjutan rapat pleno hari ini, Kamis (17/12/2020).

Drajat sesumbar sudah memiliki bukti yang kuat untuk berperkara di MK.

"Kami keberatan-keberatan terhadap proses pemilihan wali kota ini akan kita sampaikan besok. Mulai dari money politic, keterlibatan birokrasi, keterlibatan penyelenggara kepada salah satu pasangan calon, kita akan sampaikan besok pada form keberatan sebelum penetapan," ujarnya.

Pada saat rapat pleno berlangsung, saksi paslon nomor 1 menyampaikan interupsi berkali-kali.

Baca juga: Waspada Tidur Bareng Kucing, Risiko Mengancam, Tertular Penyakit Hingga Diserang Parasit

Baca juga: Cek Rekening! Subsidi Gaji 2020 Selesai Dicairkan

Sejumlah permasalahan menjadi sorotan, dari mulai tentang pemusnahan surat suara, hingga data daftar pemilih tambahan (DPTb) di sejumlah TPS.

Rentetan interupsi dan perdebatan yang dilontarkan saksi paslon 1 juga yang membuat rapat pleno berlangsung lebih dari satu hari.

Seperti diketahui, terkait hasil Pilkada Tangsel 2020,  Benyamin-Pilar dinyatakan memperoleh suara terbanyak versi hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Tidak hanya itu, KPU melalui sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) juga sudah menyebutkan perolehan suara paslon nomor tiga yang paling tinggi dengan 235.656 suara, atau 40,9% dari total suara sah yang dihitung.

Sedangkan paslon nomor 1 memperoleh 204.930 suara, atau 35,66%. Sedangkan, paslon nomor urut 2, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, berada di posisi bontot dengan 135.122 suara atau 23.5%.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bakal Ajukan Gugatan ke MK, Saksi Muhamad-Saraswati Klaim Belum Ada Pemenang di Pilkada Kota Tangsel

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved