Waspada Tidur Bareng Kucing, Risiko Mengancam, Tertular Penyakit Hingga Diserang Parasit

Kebanyakan orang yang memiliki kucing pasti akan mengajak hewan peliharaannya itu tidur bersama.

Editor: Glery Lazuardi
pixabay.com
Ilustrasi menjaga kebersihan kucing 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Kebanyakan orang yang memiliki kucing pasti akan mengajak hewan peliharaannya itu tidur bersama.

Tapi ternyata, membiarkan kucing tidur bersama dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Meski Sudah Divaksin, Protokol Kesehatan 3M Harus Tetap Dipatuhi

Baca juga: Cara Urus e-KTP Lewat WhatsApp dan Nomornya, Bisa Untuk Urus BPJS Kesehatan

Berikut beberapa risiko kesehatan yang mengintai.

1. Tidur terganggu Kucing bisa dikatakan rajanya tidur.

Hewan yang satu ini bisa tidur 15 jam sehari.

Namun siklus tidur kucing berbeda dengan manusia.

Kucing bisa tidur sepanjang hari tapi sangat aktif di malam hari hingga mengganggu pemiliknya saat tidur.

“Beberapa kucing akan tidur nyenyak di malam hari. Tetapi kebanyakan lebih waspada dan aktif saat pemiliknya mencoba untuk tidur.” Begitu kata Dr. Geoff DeWire dari PrettyLitter kepada Reader's Digest.

“Kucing yang aktif dapat mengganggu siklus tidur pemilik. Akibatnya pemilik kucing tidur tidak nyenyak," tambahnya.

Selain bergerak aktif, kucing juga mungkin mendengkur, mencakar, atau sekadar memancing perhatian pemiliknya selama jam tidur.

2. Alergi dan asma Beberapa orang memiliki alergi terhadap kucing.

Saat alerginya kambuh, mereka bisa saja sesak napas.

Pemilik kucing yang mempunyai alergi apabila tidur bersama hewan peliharaannya dapat kesulitan bernapas.

Akibatnya kualitas tidur terganggu.

"Jika pemilik kucing pernah mengalami alergi, jangan biarkan kucing tidur di atas kasur. Kalau perlu keluarkan kucing dari kamar," kata Dr. DeWire.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved