Anda Takut Jarum Suntik? Waspada Trypanophobia

Banyak orang bergelut dengan masalah takut jarum suntik atau takut disuntik secara berlebihan. Kondisi ini tak hanya dialami anak-anak.

Editor: Glery Lazuardi
Lionel BONAVENTURE / AFP
Vaksin 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Banyak orang bergelut dengan masalah takut jarum suntik atau takut disuntik secara berlebihan. Kondisi ini tak hanya dialami anak-anak.

Namun, orang dewasa juga banyak yang memiliki masalah sejenis.

Baca juga: Beberapa Kepala Daerah di Banten Tak Ikut Vaksin, Anggota Dewan Beri Kritik

Baca juga: Buntut Pesta Usai Divaksin, Raffi Ahmad Digugat ke Pengadilan dan Dilaporkan ke Polisi

Melansir CNN (13/1/2021), studi metanalitik pada 2018 yang diterbitkan di Journal of Advanced Nursing menemukan, satu dari jutaan orang takut jarum suntik.

Dalam dunia kesehatan, kondisi ini bisa jadi salah satu gejala trypanophobia atau fobia jarum suntik.

Trypanophobia atau fobia jarum suntik adalah ketakutan ekstrem terhadap prosedur medis yang melibatkan suntikan atau jarum suntik.
Seperti pada fobia lainnya, rasa takut pada fobia jarum suntik lebih intens ketimbang rasa takut biasa.

Umumnya rasa takut jarum suntik sembuh dengan sendirinya saat seseorang beranjak dewasa.

Tapi, ada juga yang terus-menerus takut jarum suntik saat dewasa.

Ketakukan berlebihan pada jarum suntik atau disuntik ini acapkali membuat orang enggan mengakses layanan kesehatan.

Fobia jarum suntik juga dapat menghambat vaksinasi dan membuat seseorang rentan terinfeksi penyakit menular, seperti Covid-19.

Berikut penyebab seseorang takut jarum suntik berlebihan, gejala, sampai cara mengatasinya.

Melansir Healthline, para pakar hingga kini belum mengetahui dengan pasti alasan kenapa seseorang takut jarum suntik.

Tapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan orang bisa sampai fobia jarum suntik, antara lain:

Punya pengalaman buruk atau traumatis terkait jarum suntik serta situasi yang berkaitan dengan jarum suntik

Memiliki kerabat atau orangtua yang menderita fobia

Ada perubahan kimia di otak

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved