Breaking News:

Virus Corona di Banten

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Tangerang Selatan

Jumlah kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang Selatan meningkat.

Dok Satpol PP Kota Tangsel
Satpol PP Tangerang Selatan kenakan sanksi sosial berupa ziarah ke makam Covid-19 untuk para pelanggar prokes, di TPU Jombang Jalan Rawa Lele, Jombang, Tangsel, Senin (18/1/2021) 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Jumlah kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang Selatan meningkat.

Angka penularan dan penyebaran kasus infeksi Covid-19 di Kota Tangerang Selatan meninggi setiap hari.

Baca juga: 400 dari 800 Ton Volume Sampah Kota Tangerang Selatan per Hari Bakal Dibuang di TPAS Cilowong

Baca juga: Belasan Pelanggar Prokes di Tangerang Selatan Diajak Ziarah ke Makam Covid-19

Seperti dilansir dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id menunjukan peningkatan terus terjadi setiap hari.

Pada Jumat 22 Januari 2021 tercatat sebanyak 4.609 kasus infeksi covid-19 dengan penambahan sebanyak 117 kasus.

Sedangkan pada Sabtu 23 Januari 2021 tercatat sebanyak 4.790 kasus infeksi covid-19 dengan penambahan sebanyak 181 kasus.

Dari data tersebut terinci sebanyak 3.972 sembuh, 571 menjalani perawatan, dan 247 meninggal.

Menanggapi angka tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan kasus tersebut lebih didominasi oleh temuan dari klaster keluarga.

"Sebetulnya klaster pasar relatif kecil di Tangerang Selatan, yang terjadi klaster keluarga."

"Klaster pasar enggak ada," kata orang nomor dua di Kota Tangsel kepada Wartakotalive, di Serpong, Sabtu (23/1/2021).

Kendati demikian, ia meminta agar masyarakat tetap dapat mengindahkan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Sebab, kasus infeksi Covid-19 tak dapat diprediksi penyebaran dan penularannya, mengingat padatnya aktivitas masyarakat di pasar tradisional.

Baca juga: Tangerang Selatan Hanya Dapat 1.450 Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, Mulai Disuntikan 15 Januari 2021

Baca juga: Harga kedelai Naik, Perajin Tahu dan Tempe di Tangerang Selatan Terpaksa PHK Karyawannya

"Tapi saya khawatir ada satu yang mengidap Corona dan dia menulari yang lain, karena tidak menggunakan masker."

"Dan ini harus saling mengingatkan, pedagang mengingatkan pembelinya, pembeli juga mengingatkan pedagangnya kalau dia enggak pakai masker," imbaunya

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved