Aktivitas di Rumah Pengaruhi Kesehatan Mental? Perhatikan Hal Berikut Agar Tetap Sehat

Ternyata pandemi Covid-19 berkepanjangan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental.

Editor: Glery Lazuardi
Shutterstock
Ilustrasi di rumah 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) membuat anda harus beraktivitas dari rumah.

Ternyata pandemi Covid-19 berkepanjangan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental.

Hal ini diungkap para ahli di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Mei tahun lalu.

Baca juga: Cuci Beras di Panci Rice Cooker Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan, Simak Penjelasannya

Baca juga: Kenali Tanda Awal Serangan Jantung, Perhatikan Kondisi Kesehatan untuk Langkah Antisipasi

Berdasarkan studi terbaru, anjuran untuk tinggal di rumah demi mengurangi penyebaran virus corona memang berdampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang.

Namun, dampaknya berkurang secara bertahap seiring waktu dan individu mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Penelitian sebelumnya mengungkap, karantina dapat dikaitkan dengan peningkatan gejala kesehatan mental.

Temuan data dari bulan Maret 2020 memeriksa 24 studi, dan sebagian besar studi melaporkan karantina menyebabkan efek kesehatan mental negatif, termasuk gejala stres pasca-trauma, kebingungan, dan kemarahan.

Efeknya cenderung berkurang

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Prof Dolores Albarracín, profesor psikologi dan Dr Bita Fayaz Farkhad, peneliti pascadoktoral di bidang psikologi, terungkap bahwa efek dari karantina di rumah ternyata makin lama makin kecil.

Dalam risetnya, kedua pakar dari University of Illinois di Urbana-Champaign Amerika itu mempelajari data Google Trends dari bulan Januari hingga Juni 2020.

Studi menemukan bahwa menganalisis Google Trends secara akurat dapat memprediksi tren terkait subjek seperti influenza, aktivitas ekonomi, dan bunuh diri.

Farkhad dan Albarracín memeriksa data terkait pengurangan risiko, istilah-istilah dalam kesehatan mental (isolasi, insomnia, dan antidepresan), dan istilah untuk aktivitas di rumah (Netflix, seks, resep, dan olahraga).

"Meskipun tindakan mengurangi risiko ternyata meningkatkan perasaan negatif terhadap isolasi atau kekhawatiran, namun efeknya sebagian besar sementara," kata Farkhad.

Baca juga: Pola Makan Pengaruhi Kesehatan Tubuh, Obesitas Hingga Gangguan Fungsi Ereksi Efek Buruk Bagi Pria

Baca juga: Kendalikan Emosi Agar Tidak Merugikan Diri Sendiri, 5 Efek Buruk Marah Bagi Kesehatan

Sebuah makalah yang memeriksa data dari American Time Use Survey 2012-2013 memprediksi bahwa penerapan isolasi pada orang yang berstatus lajang akan mengurangi kebahagiaan mereka.

Lalu, studi yang dimuat ke dalam Journal of Public Economics menemukan peningkatan pencarian di Google untuk tema seperti "kebosanan", "kesepian", "khawatir", dan "kesedihan" selama pandemi Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved