Indonesia Diprediksi Bebas Covid Lebih dari 10 tahun, Lebih Lama dari Rerata Dunia, Ini Alasannya
Pada bulan Maret 2021, pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) genap satu tahun berada di Indonesia.
TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pada bulan Maret 2021, pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) genap satu tahun berada di Indonesia.
Lantas, kapan pandemi Covid-19 akan berakhir?
Jawabannya bisa diukur dengan vaksinasi.
Bloomberg telah menyajikan database mengenai vaksinasi Covid-19 yang diberikan di seluruh dunia, dengan lebih dari 119 juta dosis diberikan di seluruh dunia saat ini.
• Data Pemilih Digunakan untuk Program Vaksinasi Nasional
• 428 Nakes di Kabupaten Serang Gagal Vaksinasi Covid-19, Beberapa yang Sudah Divaksin Demam dan Mual
Pakar kesehatan Amerika Serikat (AS) seperti Dr Anthony Fauci telah menyarankan pemberian vaksin Covid-19 kepada sekitar 70% hingga 85% cakupan populasi agar situasi kembali normal.
Seperti dikutip Strait Times, data Bloomberg Vaccine Tracker menunjukkan, beberapa negara membuat kemajuan yang jauh lebih cepat daripada yang lain, dengan menggunakan cakupan 75% populasi yang divaksin dua dosis sebagai target.
Dengan produsen vaksin yang meningkatkan produksi, lebih banyak orang akan divaksinasi dalam waktu yang lebih singkat.
Israel, misalnya, negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia saat ini, menuju cakupan 75% populasi hanya dalam dua bulan.
Sementara, vaksinasi Covid-19 di AS akan sampai target 75% dari populasi pada tahun 2022 atau 11 bulan dari sekarang.
Dengan vaksinasi yang terjadi lebih cepat di negara-negara Barat, estimasi Bloomberg, dibutuhkan waktu tujuh tahun bagi dunia untuk melakukan vaksinasi Covid-19 yang mencakup 75% populasi dengan kecepatan vaksin seperti saat ini.
Hitungan Bloomberg ini memperhitungkan tingkat vaksinasi saat ini yang mencapai 4.540.345 dosis per hari.
Ini berarti bahwa ketika jumlah vaksinasi meningkat, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ambang 75% juga akan turun atau lebih cepat. Perhitungannya akan berubah-ubah, terutama dapat terdistorsi oleh gangguan sementara.
Misalnya, tingkat vaksinasi Covid-19 Kanada akan mundur hingga setengahnya dalam beberapa pekan terakhir menyusul laporan penundaan pengiriman vaksin Covid-19.
Berdasarkan tingkat inokulasi terbaru di Kanada, dibutuhkan lebih dari 10 tahun untuk mencapai cakupan 75%. Itu mungkin berfungsi sebagai peringatan untuk para politisi dan pejabat kesehatan Kanada, tetapi itu tidak berarti negara itu akan mengalami satu dekade jarak sosial.
Bagaimana dengan Indonesia?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ariel-noah-sama-emil-ridwan-kamil-vaksin.jpg)