Mahasiswa Untirta Meninggal

Keluarga Beberkan Fadli Kerap Ditampar Selama Diklat Mapala Untirta di Gunung Karang

Diceritakan oleh teman tersebut, bahwa adiknya dan para peserta diklat mendapat tekanan dan perpeloncoan selama beberapa hari kegiatan tersebut.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Sodahead via TribunSolo.com
Ilustrasi penamparan 

Diceritakan, bahwa Fadli sempat berisitirahat di indekos temannya di Kota Serang, setelah 10 hari kegiatan diklat di Gunung Karang. Dan saat itu lah adiknya sudah tidak sadarkan diri.

Namun, sebelum beristirahat di indekos itu, Fadli sempat menceritakan kejadiannya yang menimpanya salama diklat kepada teman pemilik indekos itu.  

Iqrar, kakak dari Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, Mahasiswa Unirta yang meninggal usai menjalani diklat Mapala di Gunung Karang, Banten
Iqrar, kakak dari Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, Mahasiswa Unirta yang meninggal usai menjalani diklat Mapala di Gunung Karang, Banten (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Diceritakan oleh teman tersebut, bahwa adiknya dan para peserta diklat mendapat tekanan dan perpeloncoan selama beberapa hari kegiatan tersebut.

"Cuma pas pulang ke kosan dia sempat bilang ke teman satu kosan itu, 'Wah saya hampir 20 kali atau tiap hari begitu saya ditamparin," bebernya.

Iqra mempertanyakan SOP kegiatan diklat mapala tersebut.

Baca juga: Untirta Sudah Mengeluarkan Surat Imbauan Kegiatan Ekstrakurikuler Digelar Online, Berikut ini Isinya

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Bekas Galian Tambang di Cilegon, Ada Luka Benda Tumpul di Wajah

Sebab, seharusnya pihak panitia penyelenggara melaporkan setiap perkembangan penting yang terjadi pada para peserta ke pihak keluarga.

Menurutnya, pihak panitia dari Mapala Untirta sempat mengakui kesalahannya karena lalai dengan kegiatan tersebut.

"Pada saat adik saya drop hari Sabtu itu mereka bilang sudah tidak ada sinyal di atas gunung," tuturnya.

Korban Dibopong Usai Pendakian Longmarch

Ilustrasi Mendaki Gunung
Ilustrasi Mendaki Gunung (Rei.com)

Dari penjelasan rekan korban, keluarga mengetahui jika Fadli dan para peserta diklat Mapala Untirta melakukan pendakian secara longmarch selama beberapa hari menuju puncak Gunung Karang

Dan pada suatu waktu, Fadli sudah tidak mampu lagi mengikuti pendakian tersebut. Namun, dia justru kembali melanjutkan kegiatan tersebut.

"Adik saya itu sudah menyatakan untuk mundur karena sudah tidak kuat dan panitia pun sudah mempersilakan. Akan tetapi, adik saya ini mungkin bimbang dari pihak mapala juga, (sebab) kalau ingin pulang tidak bisa diantar melainkan sendirian," ujarnya.

Akhirnya, sanga adik pun bimbang dan kembali berjalan hingga selesai mengikuti kegiatan mapala pada Sabtu kemarin.

Baca juga: Keluarga Ungkap Perilaku Fadli Sudah Tak Kuat Lanjuti Diklat Mapala Untirta, Dibopong Saat Berjalan

Baca juga: Telusuri Penyebab Kematian Mahasiswa, Untirta Bakal Minta Keterangan Ketua Mapala

Menurut informasi yang ia peroleh dari pihak panitia, pada saat itu sang adik sudah tidak bisa berjalan lagi dan kondisi kakinya sudah banyak luka dengan segala macam lainnya.

Tak hanya itu, Fadli yang sudah tidak bisa berjalan harus dibopong oleh panitia saat proses menuruni gunung.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved