Breaking News:

Di Tengah Pandemi Corona, Gubernur Banten: Target Kinerja Program 2020 Tercapai

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan, secara umum program Pemerintah Provinsi Banten yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

istimewa
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan, secara umum program Pemerintah Provinsi Banten yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah baik. 

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan, secara umum program Pemerintah Provinsi Banten yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah baik.

Hal itu diungkap Gubernur dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Banten Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRD Provinsi Banten KP3B Curug, Kota Serang (Selasa, 9/3/2021).

Dikatakan, pada Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (P-RKPD) Tahun 2020 yang merupakan kebijakan tahunan dari Perubahan RPJMD Tahun 2017-2022, telah ditetapkan empat (4) prioritas pembangunan daerah.

Baca juga: SIMAK! Tiga Unit Donor Darah PMI di Banten yang Layani Donor Plasma Konvalesen

Baca juga: Mayoritas Anggota Geng Motor Masih Remaja, Wagub Banten Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Meliputi: 1. Peningkatan kesehatan masyarakat; 2. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; 3. Penyehatan lembaga keuangan; serta, 4. Recovery ekonomi dan sosial.

Keempat prioritas daerah tersebut, lanjut Gubernur, dilaksanakan oleh Perangkat Daerah Provinsi Banten melalui 179 program dan 1.082 kegiatan yang dijabarkan ke dalam 37 bidang urusan.

Yaitu : 6 (enam) urusan wajib pelayanan dasar, 17 (tujuhbelas) urusan wajib bukan pelayanan dasar, 7 (tujuh) urusan pilihan, dan 7 (tujuh) urusan pemerintahan fungsi penunjang.

"Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2020, target pendapatan daerah Provinsi Banten pada Tahun 2020 sebesar Rp. 10,46 triliun atau turun sebesar Rp. 2,14 triliun atau 16,98 % dari target pendapatan pada APBD murni sebesar Rp. 12,61 triliun," papar Gubernur.

"Adapun realisasinya sebesar Rp. 10,33 triliun atau sebesar 98,71%. Sedangkan belanja daerah yang pada APBD murni dianggarkan sebesar Rp. 13,21 triliun, pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp. 10,72 triliun atau turun sebesar 18,86 %," tambahnya.

Belanja tersebut, lanjut Gubernur, terealisasi sebesar Rp. 10,06 triliun atau sebesar 93,86%, sehingga terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp. 227,22 miliar.

Dikatakan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dapat direalisasikan sebesar 72,45 poin atau naik 0,01 poin.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) mengalami kontraksi sebesar -3,38%. Persentase penduduk miskin sebesar 6,63% lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 4,94%, namun masih lebih baik dari tingkat kemiskinan nasional yang mencapai 10,19%.

Tingkat inflasi terkendali yakni sebesar 1,45% atau telah memenuhi target RPJMD dan lebih baik dari realisasi tingkat inflasi nasional yang mencapai 1,68%.

Pada capaian kinerja layanan dasar, lanjut Gubernur, pada bidang urusan pendidikan, keseluruhan target indikator sasaran telah terpenuhi.

Yaitu : pembangunan ruang kelas baru untuk SMA sebanyak 182 unit, penyediaan BOS dan BOSDA untuk SMAN, SMKN, SKh pada 241 sekolah, hibah BOSDA kepada SMA, SMK, dan SKh swasta kepada 1.165 sekolah, sertifikasi guru SMA, SMK dan SKh sebanyak 8.341 orang serta pemberian insentif kepada guru sebanyak 22.952 orang.

Baca juga: Gubernur Banten Kembali Perpanjang PPKM Mikro: Sampai Covid-19 Terbirit-birit

Baca juga: Di Sini Pusat Oleh-oleh Khas Banten, Tersedia Berbagai Jenis Olahan Bandeng Lengkap Daftar Harganya

Selanjutnya, capaian pada bidang urusan kesehatan : pembangunan Rumah Sakit Banten selatan dengan progres pada tahun 2020 sebesar 40% berupa penyediaan lahan, penyusunan DED, penyusunan master plan dan penyusunan dokumen lingkungan.

Pembangunan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat dengan progres 50% berupa penyediaan lahan, penyusunan ded, penyusunan master plan, pematangan dan pengamanan lahan serta akses jalan.

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved