Breaking News:

Dua Mafia Tanah 45 Hektare di Alam Sutera Bermodus Gugatan Ditangkap Polisi, Pengacaranya Buron

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan modus permainan mafia tanah yang dilakukan M dan D dibantu pengacaranya tersebut.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polres Metro Tangerang Kota merilis tersangka dan barang bukti kasus mafia tanah di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Selasa (13/4/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Permainan mafia tanah kembali dibongkar polisi. Kali ini terjadi dalam perebutan lahan seluas 45 hektare di Pinang, Alam Sutera, yang dikenal sebagai kawasan bisnis dan perumahan elit di Kota Tangerang, Banten. 

Dua orang tersangka mafia tanah, D dan M (61), yang bermain dalam perebutan lahan tersebut ditangkap dan ditahan pihak Polres Metro Tangerang Kota.

Satu tersangka lainnya yakni seorang pengacara dinyatakan masuk DPO alias buron.

Sengketa lahan 45 hektare di Pinang, Alam Sutera, sempat mencuat hingga terjadi bentrok saat upaya eksekusi lahan pada medio 2020 lalu.

Baca juga: Jadi Imam Salat Magrib, Sophian Meninggal Dunia saat Sujud, Salat Tarawih Pertama Tak Terlaksana

Seperti apa modus permaianan para mafia tanah itu?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan modus permainan mafia tanah yang dilakukan M dan D dibantu pengacaranya tersebut.

Yusri menjelaskan modus kejahatan kelompok mafia tanah tersebut yakni dengan memanipulasi surat tanah dan menggugat perdata lahan milik PT TM (35 hektare) dan warga setempat (10 hektare) ke Pengadilan Negeri Tangerang pada April 2020.

Padahal, penggugat dan tergugat adalah satu jaringan mafia tanah.

Baca juga: Mainkan Girik Aspal, Komplotan Mafia Tanah di Banten Ditangkap Polisi

Baca juga: Polda Banten Buka Posko Pengaduan dan Bentuk Satgas Mafia Tanah, Langsung Bongkar Kasus

"Tersangka D menggugat perdata si M sendiri. Ini adalah bentuk mafia mereka. Sesama mereka satu jaringan mereka menggugat agar bisa menguasai tanah tersebut untuk melawan PT TM atau warga masyarakat di situ," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/4/2021).

Yusri mengatakan gugatan yang dilayangkan D kepada M sudah diatur keduanya bersama pengacaranya yang kini masih buron.

Halaman
1234
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved