Breaking News:

Kadin: 80 Persen Perusahaan di Tangerang Selatan Kesulitan Bayar THR

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mewajibkan pengusaha membayar tunjangan hari raya (THR) secara penuh, maksimal 7 hari sebelum hari keagamaan

DOK. Kredivo via KOMPAS.com
Ilustrasi THR - Serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah diharapkan segera duduk bersama untuk memutuskan kebijakan terbaik soal Tunjangan Hari Raya (THR) 2021. 

Sementara, terkait 80% perusahaan yang operasionalnya anjlok akibat pandemi Covid-19, Arsa bisa memahami.

Ia juga meminta kepada para pekerja di sebagaian besar perusahaan di Tangsel itu untuk maklum.

"Kita juga harus maklum, kasihan juga kawan-kawan pengusaha," ujar Arsa.

"Sebetulnya sih kita sama-sama bijak menyikapi, karena situasi pandemi kan bukan maunya kita tapi sudah tercipta oleh alam. Jadi baik pekerja maupun pengusaha ya sama-sama bisa menimbang rasalah sama-sama hadapi Covid-19," tambahnya.

Baca juga: Elemen Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa Jelang Ramadan, Tolak THR Dicicil

Baca juga: Isu THR Dibayar Menyicil, Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah Harus Duduk Bersama

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, THR wajib dibayar penuh paling lama tujuh hari sebelum hari raya.

Ketentuan pembayaran THR sendiri telah dituangkan dalam SE Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 yang ditujukan kepada para Gubernur se-Indonesia.

Dikutip dari siaran pers di laman Kemnaker, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah menegaskan, pemberian THR diberikan secara penuh dan tepat waktu.

"Diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja/buruh" ujar Ida pada saat konferensi pers, Senin (12/4/2021).

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Terdampak Pandemi Covid-19, 80 Persen Perusahaan di Tangerang Selatan Kesulitan Bayarkan THR

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved