Breaking News:

Tradisi Warga Pandeglang: Pukul Tongtrong Sebagai Tanda Kematian, Disimpan di Masjid Miftahul Huda

Tradisi dan adat istiadat membunyikan Tongtrong masih dipertahankan warga di Kabupaten Pandeglang, Banten.

TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Masjid Miftahul Huda Pandeglang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, SERANG - Tradisi dan adat istiadat membunyikan Tongtrong masih dipertahankan warga di Kabupaten Pandeglang, Banten.

TribunBanten.com berkesempatan melihat warga di RT/RW 005/03, Kampung Pakancilan Landeh, Desa Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang mempertahankan tradisi yang sudah turun temurun.

Warga membunyikan Tongtrong sebagai penanda adanya orang meninggal dunia, kebakaran, orang hilang dan masuknya waktu salat di Masjid Miftahul Huda.

Tongtrong memiliki bunyi khas. Satu di antaranya bunyi Tongtrong lambat untuk penanda orang meninggal dunia. Setelah itu diumumkan lewat pengeras suara masjid.

Baca juga: Tradisi Baju Baru saat Lebaran: Kawasan Pasar Ciputat Ramai Pengunjung

Baca juga: Melihat Dari Dekat Tradisi Qunutan di Banten, Warga Buat 300 Ketupat untuk Berbagi dengan Sesama

Ketua RW 03, Sohari mengatakan suara Tongtrong itu terdengar hingga sejauh 1 kilometer sampai ke Pasar Batubantar, Pandeglang.

Sampai saat ini, warga tidak mengetahui siapa yang membuat Tongtrong.

Hanya saja, warga percaya Tongtrong dimanfaatkan untuk penanda suatu kejadian di masyarakat.

Menurut dia, variasi bunyi Tongtrong digunakan sebagai penanda sebelum ada pengeras suara.

Orang yang membunyikan Tongtrong disebut kaom atau sepuh setempat.

Halaman
1234
Penulis: mildaniati
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved