Tempat Wisata Ditutup
Keluar Modal Jutaan Rupiah, Pedagang di Taman MBS Merugi Imbas Surat Edaran Tempat Wisata Ditutup
Naila mengaku kecewa dengan keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim yang tiba-tiba menutup kawasan wisata.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sejumlah pedagang makanan dan minuman di kawasan Taman Mahoni Bangun Sentosa (MBS) tampak duduk 'ngemper' sambil liwetan persis di depan kedai jualan mereka.
Kegiatan makan bersama dengan beralaskan daun pisang tersebut dilakukan setelah para pedagang mengetahui bahwa Taman MBS ditutup pada Minggu, (16/5/2021).
“Lauk pauk dan nasi ini seharusnya dijual dan menjadi uang. Malah dimakan sendiri,” kata Naila, pemilik warung nasi nong Naila kepada TribunBanten.com di Taman MBS.
Naila mengaku kecewa dengan keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim yang tiba-tiba menutup kawasan wisata.
Kini ia harus menanggung kerugian akibat dagangannya tak terjual satu pun.
Padahal Naila sudah menyiapkan stok dagangan yang cukup banyak, seperti ayam potong seberat 5 kilogram, beras 7 liter, serta olahan bakso yang digiling sendiri.
“Untuk jualan hari ini sudah siap semua. Bahkan beras 7 liter itu sudah dimasak menjadi nasi. Kerugiannya besar, ya mencapai jutaan,” ujar warga Kampung Cideheng Kidul ini.
Baca juga: Surat Edaran Penutupan Tempat Wisata Disebar di Malam Hari, DPRD Banten Beri Kritik
Ia kemudian mempertanyakan mengapa instruksi penutupan hanya diperuntukkan tempat wisata, tidak meliputi mal atau pusat perbelanjaan di Banten.
“Herannya mal tidak ditutup, padahal padatnya sama. Apalagi mal sumpek dan tertutup,” imbuh Naila
Pedagang lainnya, Milawati menuturkan hal yang sama.
Menurutnya kebijakan pemerintah terkesan 'plintat-plintut', tidak berpendirian dan berubah-ubah.
Setelah mengizinkan objek wisata untuk buka pada libur Idul Fitri 2021, kini muncul Surat Edaran yang menginstruksikan kepala daerah untuk menutup semua objek wisata.
“Kebijakannya setengah-setengah, cacat kebijakan,” kata pemilik kedai minuman dan makanan ringan Tiena Teduh ini.
Milawati mengaku menaruh harapan besar dagangnya laris manis saat kedai jualan di wisata MBS kembali dibuka setelah sebelumnya tutup selama bulan Ramadan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pedagang-taman-mbs-sepi.jpg)