Breaking News:

Kronologi 69 Mahasiswa PKN STAN Drop Out di Tengah Pandemi Covid-19, Kini Bergulir ke Ranah Hukum

Sebanyak 69 mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dikeluarkan atau drop out (DO).

Editor: Glery Lazuardi
prioritystan.com
Foto Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 69 mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dikeluarkan atau drop out (DO).

Mereka di drop out di tengah masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) pada 17 Maret 2021.

Kini, kasus itu sudah bergulir ke ranah hukum. Pasalnya, sebanyak 19 mahasiswa PKN STAN, menggugat pemimpin tertinggi kampus ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Serang Banten.

Damian Agata Yuvens, Kuasa Hukum ke-19 mahasiswa STAN, mengatakan, instansi pendidikan yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu memang memiliki standar tinggi dalam hal penilaian.

Mahasiswa dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) dibawah 2,75, atau ada yang mendapat nilai D akan langsung DO.

"Nah kebetulan yang 69 ini adalah memang orang orang yang mengalami dua kondisi tadi, baik yang secara kumulatif maupun alternatif. Ada yang IPnya di bawah 2,75, ada juga yang memang dapat D untuk mata kuliah tertentu. Meskipun IPnya di atas 2,75," ujar Damian melalui sambungan telepon.

Baca juga: 5 Minggu Pasca Lebaran, Seluruh Provinsi di Pulau Jawa Alami Lonjakan Kasus Covid, Berikut Datanya

Baca juga: Kejati Banten Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Kredit Fiktif

Menurutnya, atas dasar itu, STAN menerbitkan surat keputusan DO kepada 69 mahasiswanya tahun ini.

Kondisi tersebut yang digugat ke-19 mahasiswa yang merupakan bagian dari 69 mahasiswa semester tiga itu.

Situasi kuliah jarak jauh tidak semudah kuliah pada situasi normal di kelas.

Damian mengatakan, para mahasiswa sudah mengajukan keberatan secara administratif ke pihak STAN namun ditolak dengan alasan sudah sesuai aturan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved