Breaking News:

Kronologi 69 Mahasiswa PKN STAN Drop Out di Tengah Pandemi Covid-19, Kini Bergulir ke Ranah Hukum

Sebanyak 69 mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dikeluarkan atau drop out (DO).

Editor: Glery Lazuardi
prioritystan.com
Foto Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN 

"Jadi awalanya kita mengajukan keberatan administratif ke STAN sendiri. Jadi dalam keberatan administratif tersebut kami sampaikan bahwa tidaklah bijak jika kuliah yang online dinilai dengan standard kelulusan yang dibuat dan tentu saja ditujukan untuk kuliah offline. Kan rasanya tidak fair, kalau kuliahnya online standar penilaiannya, kelulusannya seyogyanya ya online juga," papar Damian.

Setelah upaya administratif ditolak dan audiensi dengan mediator Kemendikbudristek gagal, gugatan dilayangkan ke PTUN Serang, Banten.

"Kemarin kita daftarkan, hari ini kan sudah muncul ke SIPP pendaftarannya," ujarnya.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Buat Wali Kota Tangsel Pikir-pikir Buka Sekolah Juli Ini

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lebih 100 Persen, Sejumlah Rumah Sakit di Kabupaten Tangerang Nyaris Penuh

Sementara, Bernika Putri Ayu Situmorang, satu dari 19 mahasiswa yang melayangkan gugatan, mengatakan, pembelajaran secara daring atau online cukup sulit bagi mahasiswa STAN yang berasal dari seluruh kawasan Indonesia.

"Kami merasa bahwa proses PJJ (pembelajaran jarak jauh) mempersulit pembelajaran, dan kami memohon agar STAN bisa memberikan kebijakan khusus kepada mahasiswa selama penerapan PJJ. Kami berharap STAN mengindahkan pernyataan Bapak Menteri Pendidikan," kata Bernika dalam keterangan resminya.

Bernika mengungkapkan, perkara teknis seperti koneksi internet, penyampaian dosen yang hanya terlihat di layar dan berbagai faktor teknis lainnya mempersulit mahasiswa dalam menyerap pelajaran.

"Kalau misalnya kami belajarnya normal sih, tidak apa-apa di-DO. Tapi masalahnya, PJJ ini memang sangat menyulitkan: bukan hanya untuk bisa mengerti dan memahami apa yang diajarkan oleh dosen tapi juga berbagai kesulitan lain, misalnya mendapatkan sinyal internet yang cukup."

"Penting untuk disadari bahwa mahasiswa STAN berasal dari seluruh Indonesia, dengan latar belakang ekonomi yang juga beragam. Perjuangan ini tidak hanya tentang kami melainkan untuk mencegah agar ketidakadilan ini tidak lagi terjadi di masa mendatang,” papar Bernika.

Baca juga: Deretan Artis yang Terjerat Kasus Narkoba pada 2021, Jadi Sasaran Empuk Bandar Besar

Baca juga: Viral Video Nenek-nenek Catat Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia Tiap Malam, Kemenkes RI Ucapkan Doa

Sementara, gugatan Bernika dan kawan-kawan sudah terpampang di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Serang dengan nomor 37/G/2021/PTUN.SRG, tertanggal Senin 14 Juni 2021.

Penggugat adalah 19 mahasiswa dan tergugat adalah Rahmadi Murwanto, Direktur PKN STAN.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved