Breaking News:

Virus Corona di Banten

Banyak Warga Banten Belum Pakai Masker Gara-gara Tak Percaya Covid-19

Tingkat kepatuhan warga di yang tinggal di pelosok Lebak terhadap protokol kesehatan rendah.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
HandOut/Istimewa
ILUSTRASI pemakaian masker. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten Lebak, Ajis Suhendi, mengatakan tingkat kepatuhan warga di yang tinggal di pelosok Lebak terhadap protokol kesehatan rendah.

Bahkan, kata dia, masih banyak yang tidak percaya terhadap Covid-19.

"Yang sebenarnya menjadi sorotan itu yang memang di Pelosok atau di desa yang jauh dari pusat kota," kata dia, saat ditemui di Pendopo Bupati Lebak, Rangkasbitung, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Pemkab Lebak Berencana Perketat PPKM Level 3, Bagaimana Komentar Warga?

Baca juga: 28 Pasien Corona Tewas dalam Sehari, Satgas Covid-19 Lebak Keluhkan Keterlambatan Hasil Tes

Pernyataan itu disampaikan menanggapi temuan Satgas Penanganan Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan warga Provinsi Banten dinilai masih abai mematuhi protokol kesehatan.

Salah satunya banyak di antara warga Banten yang tak memakai masker.

Menurut Ajis Suhendi, pihaknya sudah mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Namun, kata dia, masih banyak masyarakat yang abai mematuhi protokol kesehatan.

"Kami sudah sering mencoba mensosialisasikan memakai masker, akan tetapi mungkin bagi mereka daya tahan tubuh serta kondisi alam jauh dari polusi perkotaan mengurangi angka kasus positif," ujarnya.

Dia membandingkan warga di kota dengan di pelosok yang ada di Lebak.

Baca juga: Dua Pekan PPKM Darurat di Lebak: Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Meningkat

Baca juga: Pemkab Lebak Perketat PPKM Level 3 dalam Beberapa Hari ke Depan, Asda II: Masyarakat Tetap Bersabar

Menurut dia, warga di perkotaan tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker terbilang tinggi.

Dari data yang ada di Satpol PP Kabupaten Lebak, jumlah pelanggaran yang terjaring di Rangkasbitung selama penerapan PPKM Daurat terbilang rendah.

"Jadi warga yang terjaring itu sudah 10 persen ke bawah di bandingkan dengan sebelum penerapan PPKM Dararat," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved