Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat Diperpanjang, Berikut Syarat Naik KRL Jabodetabek, KRL Yogya-Solo, dan KA Prameks

Mulai Rabu (21/7/2021) ini, Pulau Jawa dan Bali memasuki masa perpanjangan PPKM Darurat.Rencananya, PPKM Darurat akan diperpanjang hingga 25 Juli

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUN JABAR/ISEP HERI HERDIANSAH
Kereta api yang sedang melintas 

TRIBUNBANTEN.COM - Mulai Rabu (21/7/2021) ini, Pulau Jawa dan Bali memasuki masa perpanjangan PPKM Darurat.

Rencananya, PPKM Darurat akan diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Jika angka positif Covid-19 menurun, maka direlaksasi mulai 26 Juli 2021.

KAI Commuter merekayasa operasi untuk KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, dan KA Prambanan Ekspres pada masa perpanjangan PPKM Darurat.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, selama periode ini KRL maupun KA Prambanan Ekspres juga tetap beroperasi hanya untuk pekerja di sektor esensial dan kritikal dengan aturan mengenai syarat dokumen perjalanan tetap berlaku.

Aturan mengenai tetap berlakunya syarat dokumen perjalanan bagi pengguna KRL dan KA lokal ini mengacu pada SE Kementerian Perhubungan No 54 Tahun 2021 tanggal 18 Juli tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Alokasi Rp 55 T untuk Perlindungan Sosial, Ini Rincian Bantuan

Baca juga: Presiden Jokowi: PPKM Darurat Bakal Dilonggarkan Jika Kasus Positif Covid-19 Turun Sampai 26 Juli

Sebagaimana telah berlaku sejak 12 Juli lalu, pengguna KRL wajib menunjukkan:

1. Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, atau

2. Surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 untuk lembaga pemerintah.

SE Kemenhub nomor 54 juga memperjelas aturan mobilitas masyarakat dengan kebutuhan mendesak masih dapat dilakukan oleh pengguna moda transportasi yang:

1. Pasien dengan kondisi sakit keras,

2. Ibu hamil dengan satu orang pendamping,

3. Kepentingan persalinan dengan maksimal dua orang pendamping,

4. Pengantar jenazah non Covid-19 dengan maksimal lima orang.

Pelaku perjalanan dengan alasan kebutuhan mendesak tetap wajib menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari Rumah Sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, dan Surat Keterangan Kematian atau surat keterangan lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved