Breaking News:

Virus Corona di Banten

Rahasia Warga Baduy Belum Terpapar Covid-19, Konsumsi Bandrek hingga Obat Tradisional

Dijelaskannya warga Baduy mempunyai aktivitas bertani dan menenun di bawah paparan sinar matahari.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Sejumlah warga Baduy luar berkumpul di depan rumah di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (3/8/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK- Kasus penyebaran Covid-19 di kawasan pemukiman masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini masih 0 persen alias nihil.

Kondisi tersebut kontras dengan kondisi di banyak daerah di Indonesia yang memiliki kasus Covid-19 dengan jumlah tinggi, khususnya Jawa-Bali, hingga dikeluarkannya kebijakan Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Bidan di Puskesmas Cisimeut, Pita Puspitasari yang sering melakukan pemeriksaan kesehatan warga Baduy menceritakan beberapa faktor pendukung penyebab warga di kawasan adat itu masih 0 kasus Covid-19.

Dijelaskannya warga Baduy mempunyai aktivitas bertani dan menenun di bawah paparan sinar matahari.

Baca juga: Ini Alasan Masyarakat Baduy Tolak Divaksin

Baca juga: Sudah Minum Air Penangkal Virus Corona, Masyarakat Baduy Tolak Vaksinasi Covid-19

Selain itu, warga Baduy sering berjalan kaki dalam setiap perjalanan mereka.

"Mereka juga sering meminum bandrek atau susu jahe pakai gula aren yang serba tradisional sehingga menjaga daya tahan tubuhnya," ujar Pita di Puskesmas Cisimeut, Bojong Menteng, Leuwidamar, Lebak, Selasa (3/8/2021).

Minuman bandrek ditambah sejumlah obat tradisional membuat daya tahan tubuh warga Baduy tetap terjaga kendati melakukan aktivitas berat di luar rumah.

Baca juga: Perjuangan Bidan di Pedalaman Baduy: Susuri Jalan 2 Km demi Bantu Persalinan, Sempat Ditolak Warga

Pita Puspitasari (28) bidan di Puskesmas Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Pita Puspitasari (28) bidan di Puskesmas Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. (TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN)

Tak hanya itu, warga Baduy juga tidak gampang diajak berinteraksi dengan warga pendatang ke wilayahnya.

"Selain itu juga mereka jarang melakukan kontak erat dengan orang asing atau pendatang. Jadi, ketika mereka tidak kenal dan saat ditanyakan pun tidak menjawab," jelasnya.

Baca juga: Tetua Adat Masyarakat Baduy Ungkap Rahasia Tak Ada Warganya yang Terpapar Covid-19

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved