Setelah 2 Tahun, Korban Tsunami Selat Sunda di Pandeglang Segera Tempati Hunian Tetap
Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera merampungkan pembangunan rumah hunian tetap bagi korban Tsunami Selat Sunda 2018.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera merampungkan pembangunan rumah hunian tetap bagi korban Tsunami Selat Sunda 2018.
Rumah hunian tetap itu berada di Desa SumberJaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Baca juga: 10 Alat Pendeteksi Ditanam di Titik Rawan Tsunami dan Gempa di Pandeglang
Baca juga: Waduh! Tak Punya Sirine, BPBD Lebak Hanya Manfaatkan Toa Masjid untuk Peringatkan Tsunami
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiati mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak pengembang dalam upaya percepatan pembangunan hunian tetap.
"Huntap sudah rampung dan dalam waktu dekat akan segera ditempati oleh para warga," katanya saat dihubungi, Senin (27/9/2021).
Dia menjelaskan, ada 223 unit rumah hunian tetap yang berdiri di lahan seluas 5 hektare di atas lahan Perhutani.
Upaya pembangunan rumah hunian tetap itu dikerjakan selama dua tahun terakhir bersumber dari dana CSR.
Dia mengharapkan agar pada tahun ini korban tsunami sudah dapat menempati rumah hunian tetap.
"Kami harapkan ini menjadi salah satu penantian yang terbayarkan lunas oleh para pengungsi," ujarnya.
Baca juga: Pakar ITB Paparkan Potensi Tsunami Raksasa Hantam Pulau Jawa, Air Laut Bisa Sentuh Istana Negara
Baca juga: BREAKING NEWS - Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pandeglang Banten Siang Ini, Tak Berpotensi Tsunami
Selama ini, dia mengungkapkan, para korban tsunami itu tinggal di rumah hunian sementara.
"Kasihan mereka tinggal di sana juga dalam kondisi tidak layak," tambahnya.