Pemerintah Bangun Proyek Strategis, Banten Alami Pertumbuhan Pembangunan Perumahan

Seiring dibangunnya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, pasar properti di Provinsi Banten dinilai masih prospektif.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunlampung.co.id
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi 

TRIBUNBANTEN.COM - Seiring dibangunnya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, pasar properti di Provinsi Banten dinilai masih prospektif.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan delapan proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten.

Kedelapan infrastrutkur tersebut yaitu Jalan Tol Kunciran-Serpong, Tol Cengkareng-Kunciran, Tol Serang-Panimbang Seksi 1, Bendungan Sindangheula, Rumah Susun (Rusun) ASN Kementerian PUPR Banten, Rusun Ponpes An Nawawi Tanara 1, Rusun Ponpes An Nawawi Tanara 2, dan Gedung Olahraga (GOR) Tanara.

Baca juga: 61 Persen Masyarakat Banten Puas dengan Cara Gubernur Wahidin Halim Tangani Covid-19, Ini Programnya

Seperti dilansir dari kontan.co.id (Group TribunBanten.com), tren pemulihan pasar perumahan terasa di wilayah Banten.

Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta Arvin F. Iskandar mengamini, sudah ada tren pemulihan pasar properti dibandingkan tahun lalu.

Pemulihan ekonomi dan daya beli yang membaik, pandemi covid-19 yang lebih terkendali, serta kucuran insentif di sektor properti telah menjadi katalis positif.

Menurut Arvin, pertumbuhan pasar properti bisa terus berlanjut dengan dipermudahnya persetujuan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

"Karena untuk end user pun permintaan terus ada saat ini. (Insentif) free PPN juga sangat baik untuk sales," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id.

Arvin, yang juga merupakan Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) itu menyampaikan bahwa kenaikan penjualan hunian juga tergambar dari realisasi emiten yang dipimpinnya tersebut.

Hingga periode kuartal ketiga, ada kenaikan sales GPRA sebanyak 25% untuk segmen perumahan residential dengan harga di bawah Rp 800 juta.

Sedangkan untuk segmen high rise dengan harga di bawah Rp 1 miliar ada kenaikan 10%.

"Jadi ada kenaikan dibandingkan dengan tahun 2020. Kami ada lima proyek, di Jabodetabek," ujar Arvin.
Indonesia Property Watch juga memotret tren perumahan di wilayah Jabodebek dan Banten selama periode Q3-2021.

Dari sisi unit terjual, ada pertumbuhan sebesar 12,4% secara quarter to quarter (qtq) menjadi 2.290 unit.

Merujuk data Indonesia Property Watch, unit rumah yang terjual di wilayah Jabodebek-Banten terus naik sejak Q3-2020.

Pada Q3-2020, rumah terjual tercatat 1.595 unit atau anjlok 31,2% dibandingkan Q2-2020 yang sebanyak 2.319 unit.

Baca juga: Ini Hasil Operasi Zebra Maung 2021 yang Digelar Polda Banten Selama Dua Pekan

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved