Virus Corona
Waspada, Sudah 330 Kasus Omicron Siluman di Indonesia, Gejala Ringan Tapi Berbahaya Menular Cepat
Pada Kamis (3/3/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi 330 kasus varian Omicron siluman.
Namun, para ahli di Amerika Serikat menduga justru varian Omicron siluman ini akan meningkatkan kebutuhan orang terhadap respirator dan angka kematian akan kembali meningkat.
Siapa yang rentan terkena Omicron siluman?
Baca juga: Gejala Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sangat Cepat Menular dan Bisa Menembus Sistem Imun
Infeksi Omicron siluman bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap.
Namun, data menunjukkan bahwa orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap hanya mengalami gejala ringan saja, dibandingkan orang yang belum atau baru satu kali vaksin.
Omicron sendiri memiliki kemampuan menyerang orang yang telah mendapatkan vaksin.
Tapi Omicron siluman ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menembus sistem imun.
WHO juga menambahkan bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 juga tetap bisa terkena reinfeksi.
Namun, WHO meyakini bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik terhadap infeksi subvarian Omicron siluman.
Sumber: Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/petugas-medis-melakukan-rapid-test.jpg)