Menteri Perhubungan Minta Jajarannya Lakukan Pengecekan Bus dan Sopir Secara Intensif Jelang Mudik

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, meminta jajarannya untuk melakukan pengecekan secara intensif pada moda trasnportasi angkutan jalan.

Editor: Anisa Nurhaliza
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Suasana Terminal Pakupatan Kota Serang pada Selasa (4/5/2021), jelang pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021.  

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, meminta jajarannya untuk melakukan pengecekan secara intensif pada moda trasnportasi angkutan jalan.

Hal tersebut dilakukannya guna antisipasi terkait jelang musim mudik lebaran 2022.

"Pada tahun ini keinginan masyarakat untuk mudik sangat tinggi, selain kita harus intensif berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 terkait penerapan prokes, juga harus mengintensifkan pengecekan terkait aspek keselamatan," ujar Budi, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Ditjen Perhubungan Darat Tahun 2022, Selasa (29/3/2022).

Ia juga mengatakan agar kegiatan ramp check terhadap kelayakan agkutan.

Seperti bus yang sering dijadikan pilihan transportasi mudik oleh masyarakat.

Baca juga: Segera Cair! Ini Jadwal Pencairan THR Lebaran dan Gaji ke-13, Tapi Ada Golongan PNS yang Tak Dapat

Ia mengatakan bahwa pengecekan tersebut harus dilakukan secara detail dan harus sudah mulai dilaksanakan sejak saat ini, khususnya untuk bus pariwisata.

Dilakukannya hal tersebut guna mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.

Sebab, bila pengecekan dilakukan diwaktu-waktu menjelang lebaran, khawatir pengecekan kurang maksimal .

Selain pengecekan terhadap kelaikan kendaraan, wajib juga dilakukan terhadap pengemudinya. Budi meminta agar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) di Daerah dan Kemenkes, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sopir bus di terminal.

"Kita ingin supir diperiksa kesehatannya, apakah ada darah tinggi, atau penyakit lainnya, yang dapat membahayakan keselamatan. Pastikan mereka dalam keadaan sehat, berkendara dengan santun, tidak ugal-ugalan," lanjutnya.

Budi memberikan arahan kepada jajaran Ditjen Perhubungan Darat dalam melaksanakan program kerja di 2022. Mulai dengan memastikan program yang dijalankan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat juga meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi jalan dengan modal lainnya.

Baca juga: Mudik Lebaran 2022, 21 Juta Orang Diprediksi Gunakan Mobil Pribadi dan 9 Juta Pemudik Naik Pesawat

Selain itu, kolaborasi dengan sejumlah pihak seperti akademisi, swasta, masyarakat, daerah, masyarakat, dan unsur terkait lainnya untuk terus meningkatkan minat menggunakan angkutan umum juga harus dilakukan.

Terakhir mengantisipasi terbatasnya alokasi anggaran APBN dengan membentuk Badan Layanan Umum pada sejumlah BPTD yang memiliki potensi, agar dapat secara mandiri meningkatkan pelayanannya tanpa harus mengandalkan APBN.

"Kalau bangun terminal atau bus penumpangnya banyak dan tempatnya bersih. Kita ingin angkutan bus makin diminati masyarakat. Lakukan tugas dengan konsisten. Tanpa adanya konsistensi pekerjaan tidak akan terlaksana dengan baik dan tujuan yang ingin dicapai tidak dapat diraih dengan baik dan maksimal," kata Budi.

Baca juga: 21,3 Juta Orang Diprediksi Mudik ke Jawa Tengah pada Lebaran Kali ini, Waspadai Sejumlah Titik

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, Rakornis Bidang Perhubungan Darat Tahun 2022 dilakukan sebagai wadah konsolidasi maupun kaji ulang berbagai kebijakan dan langkah strategis Perhubungan Darat, untuk dapat dilaksanakan dengan optimal dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan bidang Perhubungan Darat yang lebih baik di pusat maupun daerah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved