Breaking News:

Tewas karena Lerai 2 Kelompok yang Perang Sarung, Erwin Ternyata Anak Yatim dan Sering Pegajian

Tewas karena Lerai 2 Kelompok yang Perang Sarung, Erwin Ternyata Anak Yatim dan Sering Pegajian

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
NU Online
Ilustrasi Santri 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN PANDEGLANG - Pengeroyokan yang dillakukan sekelompok orang dengan memakai sarung, menyebabkan Erwin (17) warga Kampung Kaducina, Desa Gunungsari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, meninggal dunia.

Korban yang awalnya berniat melerai, malah dikeroyok oleh sekelompok orang yang masuk ke dalam masjid, saat korban sedang tadarusan.

Nurlaelis Syailendra (45), bibi korban mengatakan bahwa Alhmarhum merupakan anak yatim yang sholeh.

Baca juga: Buntut dari Perang Sarung di Pandeglang, 1 Remaja Tewas, Polisi Pastikan Tangkap dan Proses Pelaku

"Kesehariannya hanya di rumah aja, sekolah dan pengajian ke masjid," katanya saat dihubungi, Senin (18/4/2022).

Dirinya juga menjelaskan, saat kejadian pada Sabtu (16/4/2022), Erwin terkena sabetan sarung, dan anak-anak yang ada di dalam masjid langsung mencari pertolongan.

"Korban melerai anak-anak yang sedang main kebat-kebatan (perang sarung). Ternyata anak-anak Kampung Balegede di dalam sarungnya ada batu dan botol," ujarnya.

Korban juga langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang, namun saat berada rumah sakit korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Sari Asih Serang.

"Hasil dari CT Scan di rumah sakit Sari Asih Serang harus oprasi di luar kota, hari minggu pagi karena tidak ada biaya untuk operasi akhirnya di bawa pulang" kata Nurlaelis.

Pada Minggu Minggu (17/04/2022) sekira pukul 18.00 WIB korban meninggal dunia dirumahnya.

Pada Senin Pagi (18/4/2022) korban dimakamkam.

Baca juga: Lerai Perang Sarung, Pelajar SMA di Pandeglang Malah Tewas, Keluarga: Dipukul Sarung Berisi Batu

Sementara, Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlanyah mengatakan, pihak kepolisian dalam hal ini, Polsek Mandalawangi kami terus melakukan koordinasi dengan kepala Desa, para tokoh dan unsur Forkopimda Kecamatan Mandalawangi.

"Untuk mengantisipasi aksi balasan dengan menyiagakan personel di lokasi untuk memonitor situasi dan memastikan tidak terulang aksi perang sarung," ujarnya saat dihubungi.

Dirinya juga meminta partisipasi aktif masyarakat bersama Polres, untuk bersama membubarkan kelompok remaja dan melakukan penggeledahan terhadap kerumunan remaja, sehingga tidak membiarkan tawuran terjadi.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved