Breaking News:

Virus Corona

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan, Lihat Perkembangan hingga Juli, Ini Strategi Menko Luhut

Kabar baiknya adalah positivity rate di Indonesia masih relatif lebih rendah di 1,44 persen di bawah standar WHO

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Empat kasus subvarian baru Omicron, yaitu BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia pada awal Juni 2022.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kasus meningkat dalam seminggu terakhir.

Baca juga: Ini Gejala Empat Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Rata-rata Sudah Vaksin Booster

"Kabar baiknya adalah positivity rate di Indonesia masih relatif lebih rendah di 1,44 persen di bawah standar WHO, yakni <5>

Namun, meski begitu, pemerintah sepakat menunggu hingga Juli untuk melihat perkembangan penyebaran kasus Omicron ini.

Dia menyatakan punya strategi untuk penyebaran subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5 yang menyebabkan kenaikan kasus di banyak negara, termasuk Indonesia.

Jika kasus meningkat secara signifikan, berbagai upaya mitigasi akan segera diberlakukan.

“Pagi ini juga, saya mendengarkan dengan hati-hati langkah apa yang seharusnya kita lakukan. Saya juga meminta pandangan para ahli dan juga menteri terkait,” ujar Luhut.

Hasil serosurvey yang dilakukan di Jawa-Bali memperlihatkan kadar antibodi masyarakat masih cukup tinggi.

Luhut mengaku hasil ini membuatnya tenang.

Baca juga: Omicron XE Gabungan Varian BA.1 dan BA.2 Muncul, WHO Mengeluarkan Peringatan Penularan?

Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk kita berhenti melakukan langkah-langkah pencegahan.

Luhut mengaku telah memerintahkan langsung kepada seluruh pihak terkait yakni Menteri Kesehatan, TNI dan Polri, Kelapa BNPB hingga pemerintah daerah untuk kembali turun ke lapangan menjangkau masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster.

“Harus menempuh berbagai cara termasuk pelayanan dari pintu ke pintu untuk vaksi mengingat akselerasi vaksinasi booster bergerak cukup lambat akhir-akhir ini,” ucapnya.

 

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved