Breaking News:

2 Orang Bernama Muhammad di Tangerang Gugat Holywings ke Pengadilan, Beberkan Alami Kerugian

Dua orang pemilik nama Muhammad di Kota Tangerang mengajukan gugatan terhadap Holywings ke Pengadilan Negeri Tangerang

Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Muhammad Faisal dan Muhammad Chusni, dua orang bernama Muhammad di Kota Tangerang menggugat manajemen Holywings ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Upaya mengajukan gugatan kepada manajemen Holywings itu dilakukan karena dampak dari promosi minuman keras gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria. 

TRIBUNBANTEN.COM - Muhammad Faisal dan Muhammad Chusni, dua orang bernama Muhammad di Kota Tangerang menggugat manajemen Holywings ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Upaya mengajukan gugatan kepada manajemen Holywings itu dilakukan karena dampak dari promosi minuman keras gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria.

Dua orang bernama Muhammad di Kota Tangerang itu mengajukan gugatan didampingi kuasa hukum, Hendarsam Marantoko.

Hendarsam Marantoko mengatakan dua orang bernama Muhammad itu merasa dirugikan atas penggunaan nama Muhammad sebagai alasan promosi minuman beralkohol.

Jadi kami para advokat yang tergabung dalam Adcokat Cinta Tanah Air (ACTA), Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), dan advokat lainnya memberikan kuasa kepada 2 orang yang melakukan gugatan terhadap Holywings, yaitu Muhammad Faisal dan Muhammad Chusni Mubarok," ujar Hendarsam Marantoko kepada awak media, Kamis (30/6/2022).

Baca juga: Holywings Ditutup, PDIP Sebut Ada Pihak Pansos Jelang Pemilu 2024, PSI Nilai Pemprov DKI Kecolongan

"Dua orang yang melekat nama muhammad ini merasa tersinggung, merasa tersakiti, merasa terhina, merasa dirugikan karena nama nabinya digunakan dan disandingkan dengan promo alkohol Holywings," terangnya.

Selain itu, lanjut Hendarsam, pihaknya juga menggugat Holywings yang dinilai menumbalkan karyawannya saat kasus tersebut mencuat.

Menurutnya, saat kasus promosi minuman beralkohol menggunakan nama Muhammad dan Maria, Holywings menyalahkan karyawannya yang memunculkan hal tersebut.

Kemudian, ketika puluhan gerai Holywings di berbagai kota di Indonesia dilakukan penutupan, Holywings kembali menggunakan nama karyawan, terkait nasibnya yang kehilangan pekerjaan.

"Ketika terjadi masalah pidana, karyawan disalahkan dan diduga dikorbankan, namun ketika terjadi masalah penutupan gerai, Holywings kembali menggunakan karyawan sebagai bemper, bahwa nasib dari 2.800 karyawan mereka kehilangan pekerjaan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved