Breaking News:

Jokowi Soal Subsidi BBM Capai Rp 502,4 Triliun: Angkanya Gede Sekali, Apakah APBN Kuat?

Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal subsidi BBM dan listrik yang diambil dari APBN. Alokasi subsidi dari APBN sebesar 502,4 T.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com
Presiden Jokowi. Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal subsidi BBM dan listrik yang diambil dari APBN. Alokasi subsidi dari APBN sebesar 502,4 T. 

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal subsidi BBM dan listrik yang diambil dari APBN.

Harga BBM meliputi Pertalite, Pertamax, dan Solar yang masih rendah itu berkat alokasi subsidi dari APBN sebesar 502,4 T.

Subsidi dari APBN itu membuat tingkat inflasi Indonesia pada Juli 2022 masih berada di level 4,94 persen atau naik 0,59 persen dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Siap-siap Pemerintah Sedang Hitung Kenaikan Harga BBM, Dana Bansos Disiapkan

Namun, apakah subsidi dari APBN itu masih kuat?

"Harga Pertalite, Pertamax, Solar, elpiji, listrik itu bukan harga yang sebenarnya, bukan harga keekonomian. Itu harga yang disubsidi oleh pemerintah yang besarnya, hitung-hitungan kita tahun ini subsidinya Rp 502 triliun. Angkanya gede sekali," ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022, Kamis (18/8/2022).

Besarnya alokasi subsidi BBM ini, kata dia, tidak bisa terus menerus ditanggung oleh APBN yang terbatas.

Oleh karenanya, Kementerian Keuangan akan terus menghitung porsi subsidi BBM dengan APBN 2022.

"(Subsidi BBM) untuk menahan agar inflasinya tidak tinggi. Tapi apakah terus menerus APBN akan kuat? Ya nanti akan dihitung oleh Menteri Keuangan," ucapnya.

Baca juga: Kuota Kian Menipis, Sinyal Pemerintah Naikan Harga BBM Bersubsidi Jenis Pertalite?

Untuk itu, dia meminta seluruh pemangku kepentingan agar terus memonitor angka inflasi nasional.

Sebab, APBN tidak dapat terus-menerus menanggung subsidi BBM sementara harga minyak dunia terus mengalami kenaikan yang nilai subsidi BBM ini terus membengkak.

"Sekali lagi kita semuanya harus melihat angka-angka inflasi karena angka inflasi yang masih 4,9 persen itu masih didukung oleh tidak naiknya harga BBM kita," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, angka inflasi Juli 2022 mulai mengalami kenaikan dari inflasi di bulan-bulan sebelumnya.

Baca juga: Dampak Harga BBM Naik 50 % di Bangladesh, Pekerja Terancam di-PHK: Mungkin Harus Mengemis

Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Juli 2022 yang sebesar 4,94 persen ini merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2015.

"Secara yoy inflasi Juli 2022 yang sebesar 4,94 persen, ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Oktober 2015, di mana pada sata itu terjad inflasi 6,25 persen secara yoy," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (1/8/2022).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved