Breaking News:

Kasus Pembunuhan Brigadir J

Profil Trimedya Panjaitan, Satu-satunya Anggota DPR RI yang Lantang Kritisi Kasus Ferdy Sambo

Trimedya Panjaitan, anggota Komisi III DPR RI yang berteriak lantang mengkritisi kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Trimedya Panjaitan, anggota Komisi III DPR RI yang berteriak lantang mengkritisi kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo. 

TRIBUNBANTEN.COM - Publik banyak yang mempertanyakan keberadaan anggota Komisi III DPR RI dalam kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Bahkan, Menko Polhukam Mahfud MD sempat menyinggung Komisi III DPR yang cenderung 'diam' menyikapi kasus Ferdy Sambo.

Namun, ada satu anggota Komisi III DPR RI yang berteriak lantang mengkritisi kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

Baca juga: Terancam Hukuman Mati, Sosok Ini Ngaku Mau Adopsi Anak Ferdy Sambo & Putri Candrawathi

Anggota Komisi III DPR RI adalah Trimedya Panjaitan, politisi senior PDI Perjuangan.

Trimedya Panjaitan merupakan anggota Komisi III DPR RI yang keras bersuara soal kasus Ferdy Sambo.

Komentar dan kritikan itu Trimedya Panjaitan lontarkan dari awal kemunculan kasus polisi tembak polisi.

"Ya dan mudah-mudahan Minggu ini ada titik terang. Dari mulai soal pencopotan kemudian keseriusan mengungkap kasus ini," kata Trimedya kepada pers, Senin (18/7/2022) lalu.

Hanya berselang beberapa hari, Irjen Ferdy Sambo akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya lalu jadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Minta Istri Ferdy Sambo Ditahan

Hari ini, Jumat (19/8/2022), istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Namun, polisi belum menahan Putri lantaran istri Ferdy Sambo itu tengah sakit.

Trimedya Panjaitan meminta polisi menahan Putri Candrawathi.

Baca juga: JUMAT KERAMAT, Putri Candrawathi Jadi Tersangka, Ayah Brigadir J Doakan Untuk Dibukakan Hatinya

"Kalau alasan sakit ya kita tunggu, kapan enggak sakitnya. Karena kalau alasan sakit itu, itu sudah klasik kan disampaikan oleh orang yang punya masalah hukum," kata Trimedya dikutip dari Kompas.com, Jumat (19/8/2022).

Dia meyakini, pihak kepolisian tidak akan menerima begitu saja alasan sakit tersebut. Dia pun mendorong agar polisi melakukan pemeriksaan lanjutan tentang kesehatan Putri.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved