Breaking News:

Ini Gejala Campak dan Difteri, Mirip Covid-19, Dinkes Kabupaten Serang: Bisa Menyerang Anak-anak

Dinkes mencatat terdapat beberapa kasus difteri dan campak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Serang.

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Staf Ahli Bupati Serang bersama pihak Puskesmas Cikande dangan stakeholder lainnya melakukan pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional(BIAN) di Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Senin (1/8/2022). Penyakit difteri dan campak gejalanya menyerupai Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Desi Purnamasari

 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Penyakit difteri dan campak gejalanya menyerupai Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan difteri dan campak bisa menyerang anak-anak dan orang tua.

Dinkes mencatat terdapat beberapa kasus difteri dan campak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Serang.

Baca juga: BIAN di Kabupaten Serang Dilakukan Door to Door, Dinkes: Antusias Warga Masih Rendah

"Gejala difteri dan campak mirip menyerang infeksi pada hidung dan tenggorokan dengan demam yang tinggi," ujarnya di Pemkab Serang, Selasa (27/9/2022).

Menurut Agus, jika menemukan ada keluarga memiliki gejala mirip dengan Covid-19 dan ketika dites usap atau PCR negatif, kemungkinan terkena difteri dan campak.

"Difteri ini sangat menular, tetapi bisa disembuhkan," katanya.

Dinkes Kabupaten Serang pun berupaya untuk mencegah penyakit tersebut, terutama kepada anak, di antaranya dengan pemberian imunisasi lengkap, seperti vaksin OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

Difteri dan campak bermunculan karena pada tahun ini dan 2021 ada penurunan capaian vaksin rutin.

Penurunan capaian karena kontak antara pasien dengan tenaga kesehatan dikurangi.

Banyak orang tua yang memiliki anak dan balita tidak mendatangi posyandu dan puskesmas untuk dilakukan vaksin rutin.

Baca juga: Siap-siap, Anak Usia 2 Bulan di Banten akan Diberikan Imunisasi PCV, Serentak 12 September 2022  

Mulai Agustus 2022, Dinkes Kabupaten Serang menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk pencegahan dan penanangan penderita difteri dan campak.

BIAN dilakukan untuk pemberian vaksin campak rubella, difteri, hepatitis, dan polio, baik melalui mulut maupun suntik.

"Saat ini untuk capaian BIAN sudah mencapai 93 persen," ucap Agus.

Dia menegaskan imunisasi ini penting karena membuat tubuh anak memiliki kekebalan dan mampu bertahan melawan serangan berbagai penyakit.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved