Breaking News:

UMK Kabupaten Lebak 2023 Segera Diumumkan, Berikut Besaran dan Prediksinya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengusulkan upah minimum kabupaten atau UMK Kabupaten Lebak sebesar Rp. 2.944.665, tahun 2023.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
Kolase TribunBanten.com/TribunNetwork
Ilustrasi UMP Banten. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengusulkan upah minimum kabupaten atau UMK Kabupaten Lebak sebesar Rp. 2.944.665, tahun 2023.

UMK tersebut sebagaimana hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Lebak yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 29 November 2022.

Selanjutnya Pemkab Lebak akan mengusulkan rekomendasi penetapan upah minimum Kabupaten Lebak tahun 2023 ke Pemprov Banten, yang menetapkan UMK Lebak Tahun 2023.

Baca juga: Daftar Kenaikan UMP 2023 di 34 Provinsi di Indonesia, Tertinggi Naik 9,15 Persen

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, mengatakan, Pemkab dan perusahaan mempunyai alasan kenapa UMK tidak tinggi.

"Bisa saja perusahaan memberikan upah cukup tinggi tapi kalau nantinya turun akan lebih berbahaya. Kita akan lebih banyak ada lonjakan pengangguran di Lebak," katanya saat ditemui Tribun Banten.com, Rabu (30/11/2022).

Dirinya menyebutkan pada kenaikan UMK tersebut, tidak berpihak pada siapapun tetapi untuk keberlangsungan dan kepentingan bersama.

"Bukan Bupati tidak memperhatikan buruh atau mementingkan kepentingan investor, tidak. Tapi keberlangsungan kehidupan masyarakat Lebak. Jadi harus keseimbang," ujarnya.

Menurutnya yang terpenting konsistensi dan kontinuitas upah masyarakat, buruh, karyawan harus dibayar gajihnya.

"Sah-sah saja teman-teman menyampaikan kenaikan rumusan perhitungan. Janganlah ribut-ribut, demo-demo, kalau mending aspirasi kita didengar kalau enggak perusahaan malah putus kontrak," katanya.

Dirinya menambahkan gaji besar belum tentu dapat menjamin, tetapi ketika perusahaan bangkrut itu akan membuat sulit masyarakat.

"Percuma bayar gede di awal, tapi perusahaan bangkrut, mending mayem dulu saja," ujarnya.

Baca juga: Presiden KSPSI: Upah Minimum 2023 Tangerang Diproyeksikan Naik 8 Persen

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Indonesia (SPN) Sidik Uwen, mengatakan, kenaikan UMK tahun 2023 merupakan kesepakatan bersama.

"Kita tidak bisa memaksakan kenaikan upah diangka 13 persen. karena semua stakeholder hanya bisa sepaham dan sepakat UMK pada perhitungan sesuai dengan musyawarah bersama," katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Dirinya menambahkan alasan kenaikan UMK saat ini disesuaikan karena tingkat pengangguran di Kabupaten Lebak yang masih tinggi.

"Alasannya tingkat pengangguran yang tinggi di Kabupaten Lebak, daripada tingkat pengangguran nasional, sehingga acuannya atau pedomannya yang ada di Permenaker No 18 Tahun 2022," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved