Breaking News:

Motif Mantan Pejabat Dinsos Lebak Tilep Bansos Rp 308 Juta: untuk Biayai Gaya Hidup dan Bayar Hutang

Satreskrim Polres Lebak mengungkap motif mantan Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Lebak Endin Toharudin (48) yang menilep dana Bansos BTT.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Nurandi
Endin Toharudin mantan Kabid Linjamsos Dinsos Kabupaten Lebak. Ia ditetapkan sebagai rersangka penggelapan dana Bansos Bantuan Tidak Terduga (BTT) dan Bantuan Tidak Terencana (TT) tahun anggaran 2021, selama dua tahap sebesar Rp 308 juta, Jumat (9/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Satreskrim Polres Lebak mengungkap motif mantan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Endin Toharudin (48) yang menilep dana Bansos pada tahun 2021.

Tersangka Endin Toharudin disebut menggelapkan dana Bansos Bantuan Tidak Terduga ( BTT) tahun anggaran 2021, selama dua tahap sebesar Rp 308 juta.

Saat ini, tersangka sudah diamankan Satreskrim Polres Lebak, yang sebelumnya melarikan diri.

Baca juga: Buntut Dugaan ACT Tilep Dana Donasi Umat, Kemensos akan Sisir Lembaga Sosial Lain

Ia ditangkap di rumah saudaranya di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan mengatakan, motif tersangka tilap dana Bansos tersebut untuk memenuhi gaya hidup.

"Jadi motifnya untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar hutang, jadi itu motifnya sesuai dengan pemeriksaan penyidik," katanya saat berada di Mapolres Lebak, Jumat (9/12/2022).

Dirinya menyebutkan, tersangka melakukan tindakannya seorang diri dengan berbagai cara, salah satunya mengambil alih kewenangan sebagai bendahara pengeluaran dinas.

"Jadi hal tersebut dilakukan, untuk memperlancar dalam mengelapkan uang Bansos, sebesar Rp 308 juta," ujarnya.

Modus tersangka tersebut dilakukan selama menjabat sebagai Kabid Linjamsos pada tahun 2021, di Dinsos Kabupaten Lebak.

Selama satu penyelidikan, akhirnya penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Endin berakhir, dan tersangka ditangkap.

Tersangka Endin Toharudin mengungkapkan, bahwa tindakannya menggelapkan dana Bansos untuk membayar hutang dan biaya kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Oknum Pejabat Dinsos Lebak Dicopot dari Jabatan, Diduga Tilep Rp 341 Juta untuk Korban Bencana

"Hanya untuk bayar hutang dan biaya hidup sehari-hari, tidak untuk yang lain," katanya saat berada di Mapolres Lebak.

Terkait dengan tindakannya untuk memenuhi gaya hidupnya membeli mobil dan kebutuhan lainnya, dirinya menyangkal bahwa hal tersebut tidak dilakukan.

"Sesuai keterangan yang disampaikan saja, saya hanya untuk membayar hutang dan biaya hidup saja," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved