Kenakan Pakaian Serba Hitam, Rafael Alun Diperiksa sebagai Tersangka Gratifikasi di KPK

Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus gratifikasi.

Editor: Glery Lazuardi
(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
Eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/4/2023) pagi. 

TRIBUNBANTEN.COM - Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus gratifikasi.

KPK menjadwalkan pemeriksaan kepada ayah dari Mario Dandy itu pada Senin (3/4/2023) pagi.

Berdasarkan pemantauan Rafael Alun mendatangi gedung KPK pada Senin sekitar pukul 09.58 WIB.

Rafael Alun berpakaian serba hitam mulai dari jaket untuk melapis baju batik, masker, dan kacamata.

Baca juga: Puluhan Selebriti dan Grup Band Tanah Air Diduga Terlibat Kasus Rafael Alun, IAW: Ini Baru Permulaan

Rafael hanya mengatupkan tangan di depan dada dan mengatakan permisi.

"Permisi, permisi," kata Rafael.

Setelah masuk ke gedung KPK, Rafael mengurus administrasi di meja resepsionis.

Rafael kemudian mendapatkan tanda pengenal dengan lanyard berwarna merah.

Warna itu digunakan pihak yang diperiksa atau dimintai keterangan oleh Kedeputian Penindakan dan Eksekusi KPK.

Sebagai Tersangka Rafael kemudian duduk di deretan sofa pada lobi gedung KPK, menunggu panggilan pemeriksaan.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rafael Alun Trisambodo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, Kamis (30/3/2023)..

Hal itu, disampaikan oleh Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Benar sebagai tindak lanjut komitmen KPK dalam penuntasan setiap kasus, saat ini berdasarkan kecukupan alat bukti KPK telah meningkatkan pada proses penyidikan dugaan korupsi penerimaan sesuatu oleh pemeriksa pajak pada Dirjen Pajak Kemenkeu RI tahun 2011-2023," katanya.

Ali mengatakan, saat ini tim penyidik KPK masih terus mengumpulkan alat bukti guna melengkapi penyidikan Rafael Alun Trisambodo.

Lebih lanjut, Ali berharap KPK mendapat dukungan masyarakat untuk dapat turut serta mengawal dan memberikan data maupun informasi untuk memperkuat proses penyidikan perkara ini.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved