HUT RI ke-78, Ini Sejarah Perlawanan Rakyat Banten Terhadap VOC

Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT RI ke-78, Ini sejarah perlawanan rakyat Banten melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kolase/Kemendikbud
Hari Kemerdekaan Indonesia atau HUT RI ke-78, Ini sejarah perlawanan rakyat Banten melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) 

TRIBUNBANTEN.COM - Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 pada Kamis 17 Agustus 2023.

Perjuangan kemerdekaan Indonesia hasil dari tumpah darah para pejuang terdahulu diberbagai negeri, termasuk rakyat Banten.

Rakyat Banten memiliki andil besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini sejarah perlawanan rakyat Banten melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)

Baca juga: HUT RI ke-78, Ini Daftar Empat Pahlawan Nasional Asal Banten

Belanda kali pertama datang ke Indonesia pada 1596, di bawah pimpinan Cornelis de Houtman, tepatnya di Banten, Jawa Barat.

Namun, kala itu, Belanda langsung diusir oleh penduduk pesisir Banten karena mereka dianggap kasar dan sombong.

Ketidaksukaan rakyat Banten terhadap Belanda berlanjut hingga 1656. Kala itu, Banten dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Pada 1656, rakyat Banten melakukan perlawanan terhadap VOC atau Kongsi Dagang Hindia Belanda.

Pada masa kolonial, Banten merupakan salah satu kesultanan yang sangat maju sehingga banyak menarik pedagang untuk singgah di sana, salah satunya Belanda.

Baca juga: Sosok Maria Ulfah,Pahlawan Nasional Perempuan Asal Serang Banten: Pernah Jadi Mensos Era Orde Lama

Di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa sekitar tahun 1650-an, Banten mulai mengalami perkembangan pesat dan menjadi daerah yang populer.

Kondisi ini kemudian membuat VOC tertarik untuk memonopoli perdagangan di kawasan pesisir Jawa, termasuk Banten.

Untuk bisa mengambil alih wilayah Banten, VOC melakukan Devide et Impera atau Politik Adu Domba.

VOC menghasut putra mahkota Sultan Haji untuk merebut kekuasaan sang ayah, Sultan Ageng Tirtayasa.

Kala itu, Sultan Haji sedang tidak akur dengan sang ayah.

Terjadilah perjanjian antara VOC dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved