Mahasiswa Petra Bunuh Diri di Kampus, Ini Ciri-cirinya

Mayat itu ditemukan di kampus yang berada di Jalan Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya pada Selasa (1/10/2024) pukul 10.45 WIB.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
kompas.com
ilustrasi bunuh diri. Seorang mahasiswa Petra bunuh diri di kampus. Mayat itu ditemukan di kampus yang berada di Jalan Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya pada Selasa (1/10/2024) pukul 10.45 WIB. 

13. Melakukan perilaku berisiko seperti menyupir mobil kencang dan ugal ugalan 

14. Berbicara dan berpikir tentang kematian semakin sering 

15. Perubahan mood yang ekstrim, dari sangat sedih menjadi sangat tenang dan sangat gembira 

16. Melepaskan posisi yang penting dalam pekerjaan, berhenti kuliah/ bekerja 

17. Mengucapkan selamat tinggal pada teman teman dan keluarga 

18. Membuat surat wasiat 

19. Menuliskan di media sosial mengenai bunuh diri dan kematian. 

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat perilaku bunuh diri lebih mudah terjadi, yaitu : 

Misalkan depresi, gangguan jiwa lain (skizofrenia, bipolar, ketergantungan zat), kondisi penyakit tertentu, nyeri kronis, riwayat perilaku bunuh diri sebelumnya, riwayat anggota keluarga dengan bunuh diri, gangguan jiwa dan penyalahgunaan zat, kekerasan dalam keluarga termasuk verbal, fisik dan seksual, memiliki senjata yang berbahaya di rumah, baru keluar dari penjara, terekspos/terpapar dengan perilaku bunuh diri yang dilakukan oleh orang lain seperti anggota keluarga, teman, bintang film/selebriti yang diidolakan
 
"Banyak orang yang mengalami faktor risiko tersebut tetapi tidak melakukan bunuh diri. Perlu diperhatikan bahwa perilaku bunuh diri adalah tanda adanya suatu stres yang berat yang dialami oleh orang tersebut. Setiap pikiran dan perilaku bunuh diri harus dianggap sebagai suatu hal yang serius dan segeralah mencari pertolongan," kata dia dikutip di Jakarta, Selasa (10/9/2024). 

Penanganan 

Apabila terdapat tanda, gejala dan faktor risiko mengenai perilaku bunuh diri maka perlu segera dilakukan penanganan. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain adalah: 

1. Lakukan komunikasi dan pendampingan yang intensif untuk memastikan apa yang dikhawatirkan tidak benar 

2. Katakan bahwa dia tidak sendirian, ada banyak yang mau dan bersedia membantu 

3. Memberikan respon krisis dengan segera sesuai dengan tingkatan level risiko bunuh diri 

• Rendah : ada pikiran bunuh diri, tidak ada rencana, tidak mau melakukannya 

Sumber: Surya
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved