Pagar Laut

Soal Pagar Laut di Tanara Serang, Kades Pedaleman Bantah Terkait Proyek PIK 2

Kepala Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sad'i, angkat bicara perihal keberadaan pagar laut sepanjang 4 Km yang ada di wilayahnya.

Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Dok. Ahmad Muhajir 
Momen warga dan nlayan menyusuri lautan pesisir di Desa Pedalaman Kecamatan Tanara Kabupaten Serang beberapa waktu lalu. Kepala Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sad'i, angkat bicara perihal keberadaan pagar laut sepanjang 4 kilometer yang ada di wilayahnya, Kamis, (30/1/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sad'i angkat bicara perihal keberadaan pagar laut sepanjang 4 kilometer, yang ada di wilayahnya.

Ia mengatakan, pagar laut tersebut dipasang sendiri oleh nelayan pada tahun 2023, untuk menghindari empang dari potensi abrasi.

"Terkait pemagaran itu awalnya memang ada beberapa bambu, sehingga saya tegor untuk apa ini bambu. Jadi ternyata kata nelayan itu untuk jaga abrasi," ujarnya kepada wartawan, saat ditemui di Kantornya, Kamis, (30/1/2025).

Baca juga: Kala Kapal Korpolairud Polri Dihantam Ombak 2 Meter saat ke Lokasi Pagar Laut Tangerang

"Jadi nggak ada kaitannya (dengan PIK 2), bohong itu kalau ada kaitan bohong," sambungnya.

Menurutnya, alasan nelayan memasang pagar laut untuk mencegah terjadinya abrasi, merupakan sesuatu yang wajar.

"Kalau memang itu tujuan nelayan yaitu untuk menjaga abrasi, masuk juga."

"Karena di situ kan lumpur, kalau memang kita jalan pinggir ya jelas itu susah lewatnya," ucapnya.

 

 

Dirinya menyebut, awalnya hanya terdapat dua unit mobil truk yang memuat bambu untuk dipasang di laut Tanara.

"Kalau saya lihat sih waktu 2023 itu, ada satu atau dua mobil truk," tuturnya.

"Jadi dikiranya jaga abrasi aja, karena udah ngobrol kita dengan para nelayan yang memasang bambu, untuk selanjutnya saya nggak tahu," jelasnya.

Saat disinggung perihal tudingan dirinya mendapat uang atas pemagaran laut, ia menyebut hal itu adalah uang kompensasi.

"Itu kan kompensasi, karena ya para warga minta kompensasi sehingga dikasihlah sama itu tuh (Mantan Kepala Desa)," ucapnya.

Baca juga: Kesulitan Bongkar Pagar Laut di Tanara Serang, Nelayan Banten Berharap Dibantu Pemerintah

Adapun mengenai jumlah uang kompensasi, Sad'i mengatakan, sebesar Rp 20 juta yang dibagikan kepada warga, mushola, majelis, dan juga masjid.

"Untuk berapa warganya nggak kehitung, pokoknya habis aja."

"Saya juga tujuh amplop dikasih sama warga-warga. Ada yang masjid aja Rp 2 juta, terus Rp 1 juta juga ada," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved