Jalan Rusak

Warga Cimarga Perbaiki Jalan Rusak Parah Milik Pemkab Lebak Pakai Uang Patungan

Warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, melakukan perbaikan akses jalan kewenangan Kabupaten dari hasil swadaya, Minggu (23/3/2025). 

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Misbahudin
Warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, melakukan perbaikan akses jalan kewenangan Kabupaten dari hasil swadaya, Minggu (23/3/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak patungan dan gotong royong melakukan perbaikan jalan rusak, yang menjadi kewenangan Pemkab Lebak, Minggu (23/3/2025). 

Akses yang diperbaiki sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan 3 Kecamatan.

Antara lain Cimarga, Muncang dan Sajira. 

Menurut pantauan TribunBanten.com di lokasi, puluhan warga sedang melakukan perataan batu terhadap jalan rusak parah tersebut. 

Baca juga: Cerita Pemudik di Pelabuhan Merak Banten: Antre 7 Jam, Expired Tiket Kapal 4 Jam

Alat yang mereka gunakan untuk memperbaiki jalan rusak menggunakan cangkul dan palu besar pembelah batu. 

Saat ditemui di lokasi, salah seorang warga bernama Dedi Kusnadi mengatakan, akses jalan ini rusak dari tahun 2007-2025 tidak pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah. 

Padahal, lanjut dia, akses jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah Kabupaten Lebak yang menghubungkan 3 Kecamatan. 

"Jalan rusak ini menghubungkan 3 Kecamatan yang sudah lama tidak pernah diperbaiki pemerintah. Makanya kita swadaya bersama masyarakat satu desa," katanya. 

"Ini murni dari masyarakat, tidak ada dari yang lain. Tapi kalau dari perangkat desa ada," sambungnya. 

Dia mengungkapkan, masyarakat sudah merasa geram dengan kondisi akses jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten Lebak.

Sehingga warga berinsiatif untuk melakukan swadaya, dikarenakan jalan rusak ini merupakan akses utama menuju Rangkasbitung. 

"Kami menganggap pemerintah tidak punya hati, karena kenapa? Karena ini jalan utama, masa iya seperti ini," ujaranya. 

Padahal, lanjut dia, masyarakat sudah pernah melakukan audiensi dengan pemerintah Kabupaten Lebak, pada tahun 2024. 

"Ya tadi itu tidak ada hasil dan solusi, malah yang ada saling lempar," katanya. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved