Kisah Salinah, Lansia asal Pamarayan Serang Gagal Umrah, Tabungan Hasil Tani Raib Ditipu Muthawif

Dalam kasusnya, Salinah tak sendiri. Anaknya Sanimah (49 tahun) dan menantunya Sanusi (54 tahun) juga menjadi korban penipuan umrah

|
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Wawan Perdana
Dok./Keluarga
KORBAN PENIPUAN - Salinah (71 tahun), perempuan lanjut usia (Lansia) asal Kampung Golok, RT/RW 13/04, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, jadi korban penipuan umrah saat ditemui di rumahnya, Sabtu (14/2/2026). Terduga pelaku penipuan kini telah ditangkap Polres Serang. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Kisah pilu menimpa Salinah (71 tahun), warga Kampung Golok, RT/RW 13/04, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Bertahun-tahun mengumpulkan uang demi bisa berangkat ke Tanah Suci, perempuan lanjut usia ini gagal berangkat umrah usai ditipu seorang muthawif atau pembimbing ibadah umrah bernama Mustofa (44 tahun).

Mustofa tinggal masih satu kampung dengan Salinah yakni di  Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan.

Dalam kasusnya, Salinah tak sendiri. Anaknya Sanimah (49 tahun) dan menantunya Sanusi (54 tahun) warga Kampung Kedung Sapi, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, juga menjadi korban penipuan tersebut.

Salinah mengumpulkan uang dari puluhan tahun, baik dari hasil tani maupun pemberian orang lain. Ia tekun mengumpukan uang sedikit demi sedikit demi bisa ke tanah suci.

Meski usianya sudah rentan, namun sehari-hari ia masih aktif berkebun di ladang demi bisa menghasilkan uang agar tabungannya cukup untuk dana umrah.

Cita-cita yang ia impikan sejak lama harus kandas di tangan seorang tokoh agama dari keluarga terpandang di desanya.

"Dari puluhan tahun, ngumpulin uang hasil tandur, ngoyos di sawah dapat Rp 20 ribu, ditabung Rp 10 ribu. Dapat Rp 5 ribu, ditabung Rp 2 ribu," kata Salinah saat ditemui TribunBanten.com di rumahnya, Sabtu (14/2/2026).

Salinah mengaku sedih, hasil tabungan yang ia kumpulkan demi bisa umrah tak pernah terjadi.

Meski sempat senang sudah bisa ke Bandara, namun tak kunjung terbang ke Tanah Suci.

"Sudah di Bandara saja, saya merasa seneng. Apalagi kalo sudah ke Tanah Suci," katanya.

Atas kejadian tersebut, Salinah mengaku kesal karena merasa ditipu oleh Mustofa yang selama ini dikenal sebagai tokoh agama.

"Kesel yah pasti kesel, cuma yah mau gimana lagi udah terjadi. Walaupun hati pengen umrah, tapi gagal orangnya ditangkap polisi," ungkapnya.

Salinah berharap ada titik terang dalam kasus yang dialaminya, sehingga uang yang ia setor ke pelaku bisa dikembalikan dan bisa berangkat umrah.

Kronologi

Kasus bermula sekitar bulan Oktober 2025, ketika Sanimah bercerita kepada kakak pelaku bernama Ijah, bahwa ia bersama suaminya ingin melaksanakan umrah

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved