Kisah Salinah, Lansia asal Pamarayan Serang Gagal Umrah, Tabungan Hasil Tani Raib Ditipu Muthawif
Dalam kasusnya, Salinah tak sendiri. Anaknya Sanimah (49 tahun) dan menantunya Sanusi (54 tahun) juga menjadi korban penipuan umrah
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Kisah pilu menimpa Salinah (71 tahun), warga Kampung Golok, RT/RW 13/04, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Bertahun-tahun mengumpulkan uang demi bisa berangkat ke Tanah Suci, perempuan lanjut usia ini gagal berangkat umrah usai ditipu seorang muthawif atau pembimbing ibadah umrah bernama Mustofa (44 tahun).
Mustofa tinggal masih satu kampung dengan Salinah yakni di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan.
Dalam kasusnya, Salinah tak sendiri. Anaknya Sanimah (49 tahun) dan menantunya Sanusi (54 tahun) warga Kampung Kedung Sapi, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, juga menjadi korban penipuan tersebut.
Salinah mengumpulkan uang dari puluhan tahun, baik dari hasil tani maupun pemberian orang lain. Ia tekun mengumpukan uang sedikit demi sedikit demi bisa ke tanah suci.
Meski usianya sudah rentan, namun sehari-hari ia masih aktif berkebun di ladang demi bisa menghasilkan uang agar tabungannya cukup untuk dana umrah.
Cita-cita yang ia impikan sejak lama harus kandas di tangan seorang tokoh agama dari keluarga terpandang di desanya.
"Dari puluhan tahun, ngumpulin uang hasil tandur, ngoyos di sawah dapat Rp 20 ribu, ditabung Rp 10 ribu. Dapat Rp 5 ribu, ditabung Rp 2 ribu," kata Salinah saat ditemui TribunBanten.com di rumahnya, Sabtu (14/2/2026).
Salinah mengaku sedih, hasil tabungan yang ia kumpulkan demi bisa umrah tak pernah terjadi.
Meski sempat senang sudah bisa ke Bandara, namun tak kunjung terbang ke Tanah Suci.
"Sudah di Bandara saja, saya merasa seneng. Apalagi kalo sudah ke Tanah Suci," katanya.
Atas kejadian tersebut, Salinah mengaku kesal karena merasa ditipu oleh Mustofa yang selama ini dikenal sebagai tokoh agama.
"Kesel yah pasti kesel, cuma yah mau gimana lagi udah terjadi. Walaupun hati pengen umrah, tapi gagal orangnya ditangkap polisi," ungkapnya.
Salinah berharap ada titik terang dalam kasus yang dialaminya, sehingga uang yang ia setor ke pelaku bisa dikembalikan dan bisa berangkat umrah.
Kronologi
Kasus bermula sekitar bulan Oktober 2025, ketika Sanimah bercerita kepada kakak pelaku bernama Ijah, bahwa ia bersama suaminya ingin melaksanakan umrah.
| Jadi Korban Dugaan Penipuan Kerjasama Percepatan Umroh, Anisa Bahar Lapor ke Polres Tangsel |
|
|---|
| Aldi Taher Tolak Tawaran Umrah Gratis, Ingat Guru Ngajinya yang Jadi Marbot Masjid |
|
|---|
| Suami yang Tewas Dibunuh Istri Dikenal Sosok Pengusaha yang Ramah, Baru 4 Tahun Tinggal di Tigaraksa |
|
|---|
| Istri Bunuh Suami di Tigaraksa Tangerang, Tetangga Sebut Pelaku Jarang Keluar dan Bergaul |
|
|---|
| Asrama Haji Cipondoh Jadi One Stop Services, Jemaah Bisa Urus Imigrasi hingga Tiket di Satu Tempat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Salinah-Gagal-Berangkat-Umrah-Penipuan-asda.jpg)