Sekolah Gratis di Banten
Program Sekolah Gratis Disorot, SMK Swasta di Banten Ancam Mundur Massal
Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FK2SMKS) Provinsi Banten menyatakan kekecewaan mendalam atas program sekolah gratis.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Salah satu opsi yang mengemuka adalah melakukan aksi kolektif apabila tidak ada kepastian pencairan dana hingga akhir April.
Tekanan dari para kepala sekolah di berbagai daerah disebut semakin menguat. Sejumlah sekolah dengan jumlah siswa besar, khususnya di wilayah industri seperti Cilegon dan Tangerang, bahkan mulai mempertimbangkan untuk keluar dari program sekolah gratis.
Ali menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan dialog dengan pemerintah daerah sebagai langkah awal. Namun, ia tidak menutup kemungkinan munculnya tindakan lebih tegas apabila tuntutan mereka tidak segera direspons.
“Kami masih membuka ruang komunikasi dengan gubernur. Tapi jika tidak ada kejelasan, kami khawatir tidak bisa lagi menahan desakan dari sekolah-sekolah untuk mengambil langkah sendiri,” katanya.
Situasi ini menjadi ujian serius bagi implementasi program sekolah gratis di Banten. Di satu sisi, program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tanpa biaya bagi masyarakat.
Namun di sisi lain, ketidakpastian pendanaan justru berpotensi mengganggu stabilitas lembaga pendidikan swasta yang menjadi mitra utama pelaksanaannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ketua-forum-komunikasi-kepala-sekolah-smk-swasta-fk2smks-ali-subhan.jpg)