Dana Desa 2025

Bendahara Desa Petir Serang Bawa Kabur Dana Pembangunan Jalan hingga BLT

Bendahara Desa berinisial YL diduga membawa kabur dana desa tahun anggaran 2025 Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Muhammad Uqel A
Miliaran Dana Desa Petir anggaran tahun 2025 diduga dibawa kabur bendahara desa. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bendahara Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang berinisial YL diduga membawa kabur dana desa tahun anggaran 2025.

YL hingga kini menjadi buronan, dan sedang dalam pencarian oleh warga desa setempat dan sejumlah pihak terkait.

Akibat dana desa yang dibawa kabur itu, beberapa program pembangunan desa terhenti.

Baca juga: Soroti Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Warga Cileles Lebak Demo Kantor Desa Pasindangan

Termasuk, pekerjaan pembangunan dua ruas jalan poros desa, yang seharusnya dapat dikerjakan tahun ini namun mangkrak terbengkalai.

"Udah lama jalan belum dibangun, katanya dijanjikan Agustus atau Oktober. Tapi uangnya dibawa kabur bendahara desa," kata ketua RT 12 kampung Garendong, Desa Petir, Aosin kepada TribunBanten.com, Kamis, (2/10/2025).

Dikatakan Aosin, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat kampung Garendong dan beberapa desa lainnya.

Akses jalan tersebut kerap jadi jalan utama warga seperti anak sekolah, majelis taklim, hingga petani menuju areal persawahan.

"Harapannya segera dibangun, tapi dananya hilang," ucapnya.

Seorang warga lainnya bernama Anwar menambahkan, bahwa masyarakat kecewa karena bertahun-tahun tak merasakan jalan yang layak.

Anwar bilang, mendengar akan ada pembangunan ia dan warga sempat senang dan berharap cepat terealisasi.

Namun, kata Anwar, harapan itu pupus ketika dana desa diperkirakan milyaran Rupiah untuk pembangunan raib entah dibawa kemana oleh bendahara desa tersebut.

"Kepala desa tidak bisa berbuat apa-apa, uangnya dibawa kabur. Kami sempat dengar dia lari ke Palembang, sementara istrinya masih ada di sini," katanya. 

Anwar juga bahkan sempat berencana menggelar aksi protes menuntut pertanggungjawaban kepala desa, meski akhirnya batal, lantaran memilih bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Terpisah, kepala Seksi Pemerintahan Desa Petir, Elsa Saparudin, membenarkan dugaan penyelewengan dana desa tersebut.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved