4.014 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Serang, Ini Upaya Penanganan Dinas Kesehatan
Dinkes Kabupaten Serang catat sepanjang Januari hingga September 2025 ada sekitar 4.014 masyarakat di Serang yang positif Tuberkulosis atau TBC.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat, sepanjang Januari hingga September 2025 ada sekitar 4.014 masyarakat di Kabupaten Serang yang positif Tuberkulosis atau TBC.
Dari angka tersebut, 452 di antaranya kasus TBC pada anak-anak dan 32 kasus TBC resisten obat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, dr. Istianah Hariyanti mengatakan, temuan kasus TBC itu hasil dari pada pemeriksaan yang dilakukan terhadap 25.388 orang.
“Ini bagian dari pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Salah satu indikator pentingnya adalah pelayanan terhadap orang dengan gejala TBC,” jelas dr. Istianah kepada TribunBanten.com, Selasa, (28/10/2025).
Baca juga: Dapat Umrah Gratis Pasca Viral, Kapan Kepsek SMAN 1 Cimarga Berangkat ke Tanah Suci? Ini Jadwalnya
Dikatakan Istianah, Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan, termasuk di Kabupaten Serang.
Maka dari itu, kata Istianah, selain intens melakukan penanganan kasus positif, Dinkes juga menjalankan program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita.
"Prinsipnya, TPT diberikan kepada orang yang serumah dengan pasien TBC tapi belum sakit. Dengan terapi ini, risiko mereka jatuh sakit bisa dicegah sejak dini," ujarnya.
Dr. Istianah menegaskan, penanganan TBC tidak hanya berhenti pada pengobatan, tetapi juga dimulai dari upaya promotif dan preventif.
Promotif dilakukan lewat penyuluhan, sosialisasi, hingga diseminasi informasi tentang TBC.
Sedangkan Preventif dilakukan melalui imunisasi BCG untuk bayi baru lahir hingga usia dua bulan, serta screening dini lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Baca juga: BREAKING NEWS! Nikita Mirzani Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Laporan Reza Gladys
Dalam program CKG, kata Istianah, masyarakat dari berbagai kelompok usia – mulai bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia – dapat mengikuti skrining TBC.
Pemeriksaan dahak dilakukan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM), yang hasilnya mampu mendeteksi sekaligus membedakan TBC sensitif obat maupun resisten obat.
"Pengobatan diberikan sesuai jenis TBC-nya. Untuk kasus sensitif cukup dengan empat jenis obat selama enam bulan. Sementara untuk resisten obat, regimen lebih banyak dan waktu pengobatan bisa lebih lama," pungkasnya.
| 100 Pekerja di Kota Serang Terkena PHK Sejak 2025, Sektor Finance Paling Terdampak |
|
|---|
| 45 Perlintasan Kereta Api di Banten Tanpa Penjaga dan Palang, Terbanyak di Kota Serang |
|
|---|
| Floating Loss, Pemkot Serang Kaji Ulang Tarik Saham Rp10 Miliar di Bank BJB |
|
|---|
| Sampah Styrofoam Menumpuk di Irigasi Tirtayasa, Warga Serang Keluhkan Bau Menyengat |
|
|---|
| Rotasi Jabatan Polres Serang: Muhammad Hafizh Jadi Kasatlantas, Fredo Leonard Kapolsek Cikande |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit.jpg)