Kepsek Tampar Siswa Merokok

Dindik Banten Tunjuk Kepsek SMAN 1 Bojongmanik Jadi Plh Kepsek SMAN 1 Cimarga

Ahmad Subakin ditujukan sebagai Pelaksana harian (Plh) Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Misbahudin
Ahmad Subakin ditujukan sebagai Pelaksana harian (Plh) Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak.  

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ahmad Subakin ditujukan sebagai Pelaksana harian (Plh) Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak

Ahmad Subakin ditujuk oleh Dinas Pendidikan atau Dindik Provinsi Banten, menggantikan Kepsek SMA Negeri 1 Cimarga nonaktif, Dini Fitria.

Sebagaimana diketahui, Dindik Provinsi Banten menonaktifkan Dini Fitria sementara, buntut dugaan kekerasan fisik terhadap siswa gegara merokok di area sekolah, Jumat (10/10/2025). 

Baca juga: Momen Siswa dan Kepala SMAN 1 Cimarga Saling Memaafkan di Hadapan Gubernur Banten Andra Soni

Ahmad Subakin berharap, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Cimarga dapat berjalan kondusif seperti sediakala.

"Alhamdulillah KBM siswa kembali seperti sediakala, kondusif dan baik-baik saja," ujarnya kepada TribunBanten.com, Rabu (15/10/2025). 

Ahmad mengaku ditujuk sebagai Plh Kepsek SMAN 1 Cimarga, mengikuti kebijakan pimpinan. 

Terlebih, tambah dia, sekarang ini masih menjabat sebagai Kepsek SMAN 1 Bojongmanik

"Ya saya, hanya menjalankan tugas atasan," ucapnya. 

Ahmad mengatakan, pada saat datang ke sekolah SMAN 1 Cimarga, para siswa sempat berkumpul dilapangan. 

"Ya, tadi sempat mengadakan perkenalan di lapangan bersama para siswa dan guru-guru," katanya. 

TribunBanten.com hingga kini masih berupaya mengkonfirmasi Kepsek SMAN 1 Cimarga non aktif, Dini Fitria.

Siswa Kembali Masuk Sekolah 

Siswa SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, hari ini kembali masuk sekolah, Rabu (15/10/2025). 

Mereka kembali sekolah setelah melakukan mogok sekolah sejak dua hari yang lalu, Senin (13/10/2025) hingga Selasa (14/10/2025). 

Aksi mogok sekolah buntut dugaan adanya kekerasan fisik terhadap salah satu siswa, oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) pada Jumat (10/10/2025).

Siswa tersebut diduga ditampar Kepsek, lantaran kedapatan merokok di area lingkungan sekolah. 

Atas kejadian itu, para siswa yang lain justru membela si siswa yang diduga dipukul kepsek, hingga kompak melakukan aksi mogok sekolah.

Para siswa juga kompak akan kembali masuk sekolah, apabila Kepsek mundur dari SMA Negeri 1 Cimarga.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi, para siswa kembali belajar di ruangannya masing-masing seperti biasanya. 

Sebanyak 19 ruangan kelas juga terpantau ramai dan terisi oleh para siswa.

Terlihat siswa di dalam kelas tengah mengerjakan tugas pelajaran yang tertinggal selama mogok sekolah.

Para guru-guru mulai masuk dan mengabsen siswa yang hari ini sudah masuk sekolah. 

Salah satu siswa kelas X, Axel mengaku senang, bisa kembali masuk sekolah. 

Terlebih, adanya aksi mogok sekolah hanya mengikuti.  

"Enak, senang. Kemarin hanya ngikutin," ucapnya. 

Axel mengatakan, selama mogok sekolah dua hari, aktivitas yang dilakukan di rumah mengerjakan tugas kelompok. 

"Di rumah, ngerjain tugas kelompok," katanya. 

Menurutnya, selama mogok sekolah dua hari banyak pelajaran yang tertinggal. 

"Banyak, ada delapan lebih pelajaran," ujarnya. 

Terpisah, salah satu guru SMA Negeri 1 Cimarga, Dhea Najmilayali mengatakan, siswa kembali masuk sekolah, setelah melakukan diskusi bersama 12 perwakilan siswa dan Kepala Bidang (Kabid). 

"Iya, tadi sudah diskusi dengan 12 perwakilan siswa dengan Kabid juga," katanya. 

Tuntutan Siswa 

Salah satu guru SMA Negeri 1 Cimarga mengatakan, tuntutan para siswa dalam aksi mogok tersebut adalah agar kepala sekolah mengundurkan diri.

“Kata mereka, ‘Bu, kami mau masuk sekolah kalau kepseknya diganti.’ Itu tuntutan anak-anak seperti itu,” ujarnya kepada TribunBanten.com.

Ia menambahkan, sebelum aksi mogok dimulai, para siswa sempat meminta izin untuk tidak masuk sekolah.

“Sebelum terjadi mogok, mereka izin tidak masuk. Alasannya, mereka merasa terbebani secara mental kalau masih dipimpin oleh kepala sekolah yang sama,” katanya.

Sebagai guru, Novi mengaku telah berusaha membujuk para siswa agar kembali masuk sekolah sejak Minggu lalu.

“Kami sudah imbau agar mereka tetap sekolah dari hari Minggu kemarin,” ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved