Kepsek Tampar Siswa Merokok
UPTD PPA Lebak Periksa Kondisi Psikologis Siswa dan Kepsek SMAN 1 Cimarga
UPTD PPA Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan psikologi klinis terhadap para pihak yang terlibat dalam kasus di SMA Negeri 1 Cimarga.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan psikologi klinis terhadap para pihak yang terlibat dalam kasus di SMA Negeri 1 Cimarga.
Pemeriksaan ini melibatkan orang tua siswa, siswa, serta Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis dan latar belakang masalah yang sempat viral beberapa hari terakhir.
Baca juga: Tak Ada PIK 2! Ini Daftar 9 Proyek Strategis Nasional di Banten
Kepala UPTD PPA Lebak, Fuji Astuti, mengatakan hasil pemeriksaan psikologi diperkirakan akan keluar pada Senin mendatang.
“Kemungkinan hari Senin, karena yang mengeluarkan hasilnya adalah psikolog yang memeriksa tadi. Tapi kalau sudah keluar, nanti akan diserahkan juga ke kami,” kata Fuji melalui sambungan telepon, Jumat (17/10/2025).
“Psikolognya tadi dari RS Adjidarmo,” sambungnya.
Fuji menjelaskan, pemeriksaan psikologi klinis bertujuan untuk mendalami peristiwa yang berkaitan dengan tindakan, perilaku, dan kebiasaan seseorang.
Dengan begitu, lanjut Fuji, penyebab yang melatarbelakangi masalah para pihak terkait dapat diketahui secara menyeluruh.
“Jadi nanti ketika sudah diperiksa, bisa diketahui baik motivasi maupun permasalahannya seperti apa. Apakah kebiasaan itu berasal dari rumah atau bagaimana, sampai bisa membawa rokok ke sekolah,” jelasnya.
“Termasuk pola asuh orang tuanya, kepala sekolahnya juga bisa diketahui karena mereka ikut diwawancarai,” tambahnya.
Fuji mengungkapkan, hasil pemeriksaan tahap pertama akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pendampingan berikutnya, seperti konseling lanjutan.
“Nanti setelah hasil keluar, kami akan tindak lanjuti. Misalnya harus ada konseling kedua, hal itu akan diinformasikan oleh tim pemeriksa,” ujarnya.
Fuji berharap hasil pemeriksaan psikologis ini dapat membantu proses pemulihan kondisi mental baik bagi siswa, orang tua, maupun kepala sekolah.
“Harapannya, anak tersebut bisa kembali ke sekolah dengan semangat baru dan perilaku yang lebih baik,” ucapnya.
Selain itu, Fuji juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya dan tidak sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada pihak sekolah.
“Kepada orang tua siswa, harus lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Artinya, jangan tanggung jawab itu diserahkan sepenuhnya kepada sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah ke depan perlu memperkuat aturan dan komunikasi dengan orang tua siswa.
“Saya harap sekolah lebih memperhatikan para siswa dan membuat aturan yang bisa dipahami bersama dengan melibatkan orang tua. Jadi, ketika ada persoalan apa pun, penanganannya bisa lebih baik,” pungkasnya.
| Dapat Umrah Gratis Pasca Viral, Kapan Kepsek SMAN 1 Cimarga Berangkat ke Tanah Suci? Ini Jadwalnya |
|
|---|
| Soroti Kasus Viral di SMAN 1 Cimarga, Kak Seto : Pendidik Harus Mendidik, Bukan Menghardik |
|
|---|
| Sosok Ahmad Rifky, Ustaz Lancip Pemberi Umrah Gratis Kepala SMAN 1 Cimarga yang Tampar Siswa Perokok |
|
|---|
| Berkaca dari Kasus Viral di SMAN 1 Cimarga, UPTD PPA lebak Minta TPPK Diaktifkan Kembali di Sekolah |
|
|---|
| Dukungan ke Kepsek SMAN 1 Cimarga Dini Fitria Terus Mengalir, Bersyukur Dapat Umrah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/UPTD-PPA-Kabupaten-Lebak-melakukan-pemerik-sdf.jpg)